SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Saturday, January 11, 2020

SINDROM METABOLIK


# Secangkir Teh Hangat #  Edisi KeENAM # -- 12 Januari 2020



Oleh dr.Santo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSI Fatimah Cilacap




      Sindrom Metabolik adalah kelompok berbagai komponen faktor risiko yang terdiri dari obesitas sentral, dislipidemia (meningkatnya trigliserida dan menurunnya kolesterol HDL), hipertensi, dan gangguan toleransi glukosa yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah puasa. Disfungsi metabolik ini dapat menimbulkan konsekuensi klinik yang serius berupa penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus tipe 2, sindrom ovarium polikistik dan perlemakan hati non-alkoholik.

Etiologi dari sindrom metabolik bersifat multifaktor. Penyebab primer yang menyebabkan gangguan metabolik yang ditemukan pada sindrom metabolik adalah resistensi insulin yang berhubungan dengan obesitas sentral yang ditandai dengan timbunan lemak viseral yang dapat ditentukan dengan pengukuran lingkar pinggang. Hubungan antara resistensi insulin dan penyakit kardiovaskular  (Baca Artikel Penyakit hipertensi dan Gagal ginjal ) diduga dimediasi oleh terjadinya stres oksidatif yang  menimbulkandisfungsi endotel yang akan menyebabkan kerusakan vaskular dan pembentukanatheroma. Hipotesis lain menyatakan bahwa terjadi perubahan hormonal yangmendasari adalah terjadinya obesitas abdominal. Suatu studi membuktikan bahwa pada individu yang mengalami peningkatan kadar kortisol didalam serum (yang disebabkan oleh stres kronik) mengalami obesitas abdominal, resistensi insulin dan dislipidemia.
Faktor Resiko
1)   Genetik 
Banyak penelitian menyebutkan bahwa orang dengan sindrom metabolik memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi dan diabetes mellitus.
2)   Obesitas sentral
Faktor risiko utama dalam perkembangan sindrom metabolik adalahobesitas sentral. Obesitas sentral ini merupakan faktor risiko utamapenyebab resistensi insulin sebagai penyebab dari berbagai gangguan yangdapat berkembang dari sindrom metabolik.
3)   Kurangnya aktifitas fisik 
Kurangnya aktifitas fisik dapat menyebabkan obesitas karenaketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran energi.
Evaluasi Klinis
        Terhadap individu yang dicurigai mengalami Sindrom Metabolik dilakukan evaluasi klinis, yang meliputi:
1.      Anamnesis, tentang :
-          Riwayat keluarga dan penyakit sebelumnya.
-          Riwayat adanya perubahan berat badan.
-          Aktifitas fisik sehari-hari.
-          Asupan makanan sehari-hari.
2.      Pemeriksaan fisik, meliputi :
-          Pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah
-          Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT)
-          Pengukuran lingkaran pinggang merupakan prediktor yang lebih baik terhadap risiko kardiovaskular daripada pengukuran waist-to-hip Ratio.
3.      .Pemeriksaan laboratorium, meliputi :
-          Kadar glukosa plasma dan profil lipid puasa.
-           Pemeriksaan klem euglikemik atau HOMA (homeostasis modelassessment) untuk menilai resistensi insulin secara akurat biasanyahanya dilakukan dalam penelitian dan tidak praktis diterapkandalam penilaian klinis.
-          Highly sensitive C-reactive protein
-          Kadar asam urat dan tes faal hati dapat menilai adanya NASH.
-          USG abdomen diperlukan untuk mendiagnosis adanya fatty liver karena kelainan ini dapat dijumpai walaupun tanpa adanya gangguanfaal hati.

TERAPI
Faktor Resiko Gaya Hidup
Obesitas abdomen à kurangi berat badan 7-10% (1 tahun pertama)à target IMT <<25 o:p="">
Inaktifitas Fisik à Aktifitas fisik intensitas sedang 30 menit (sebaiknya ≥60 menit)/hari, 5 hari/minggu

Smoga share informasi kesehatan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan anda, Konsultasikan kesehatan anda pada dokter keluarga anda.

1 comment: