SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Saturday, January 11, 2020

SINDROM METABOLIK


# Secangkir Teh Hangat #  Edisi KeENAM # -- 12 Januari 2020



Oleh dr.Santo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSI Fatimah Cilacap




      Sindrom Metabolik adalah kelompok berbagai komponen faktor risiko yang terdiri dari obesitas sentral, dislipidemia (meningkatnya trigliserida dan menurunnya kolesterol HDL), hipertensi, dan gangguan toleransi glukosa yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah puasa. Disfungsi metabolik ini dapat menimbulkan konsekuensi klinik yang serius berupa penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus tipe 2, sindrom ovarium polikistik dan perlemakan hati non-alkoholik.

Etiologi dari sindrom metabolik bersifat multifaktor. Penyebab primer yang menyebabkan gangguan metabolik yang ditemukan pada sindrom metabolik adalah resistensi insulin yang berhubungan dengan obesitas sentral yang ditandai dengan timbunan lemak viseral yang dapat ditentukan dengan pengukuran lingkar pinggang. Hubungan antara resistensi insulin dan penyakit kardiovaskular  (Baca Artikel Penyakit hipertensi dan Gagal ginjal ) diduga dimediasi oleh terjadinya stres oksidatif yang  menimbulkandisfungsi endotel yang akan menyebabkan kerusakan vaskular dan pembentukanatheroma. Hipotesis lain menyatakan bahwa terjadi perubahan hormonal yangmendasari adalah terjadinya obesitas abdominal. Suatu studi membuktikan bahwa pada individu yang mengalami peningkatan kadar kortisol didalam serum (yang disebabkan oleh stres kronik) mengalami obesitas abdominal, resistensi insulin dan dislipidemia.
Faktor Resiko
1)   Genetik 
Banyak penelitian menyebutkan bahwa orang dengan sindrom metabolik memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi dan diabetes mellitus.
2)   Obesitas sentral
Faktor risiko utama dalam perkembangan sindrom metabolik adalahobesitas sentral. Obesitas sentral ini merupakan faktor risiko utamapenyebab resistensi insulin sebagai penyebab dari berbagai gangguan yangdapat berkembang dari sindrom metabolik.
3)   Kurangnya aktifitas fisik 
Kurangnya aktifitas fisik dapat menyebabkan obesitas karenaketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran energi.
Evaluasi Klinis
        Terhadap individu yang dicurigai mengalami Sindrom Metabolik dilakukan evaluasi klinis, yang meliputi:
1.      Anamnesis, tentang :
-          Riwayat keluarga dan penyakit sebelumnya.
-          Riwayat adanya perubahan berat badan.
-          Aktifitas fisik sehari-hari.
-          Asupan makanan sehari-hari.
2.      Pemeriksaan fisik, meliputi :
-          Pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah
-          Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT)
-          Pengukuran lingkaran pinggang merupakan prediktor yang lebih baik terhadap risiko kardiovaskular daripada pengukuran waist-to-hip Ratio.
3.      .Pemeriksaan laboratorium, meliputi :
-          Kadar glukosa plasma dan profil lipid puasa.
-           Pemeriksaan klem euglikemik atau HOMA (homeostasis modelassessment) untuk menilai resistensi insulin secara akurat biasanyahanya dilakukan dalam penelitian dan tidak praktis diterapkandalam penilaian klinis.
-          Highly sensitive C-reactive protein
-          Kadar asam urat dan tes faal hati dapat menilai adanya NASH.
-          USG abdomen diperlukan untuk mendiagnosis adanya fatty liver karena kelainan ini dapat dijumpai walaupun tanpa adanya gangguanfaal hati.

TERAPI
Faktor Resiko Gaya Hidup
Obesitas abdomen à kurangi berat badan 7-10% (1 tahun pertama)à target IMT <<25 o:p="">
Inaktifitas Fisik à Aktifitas fisik intensitas sedang 30 menit (sebaiknya ≥60 menit)/hari, 5 hari/minggu

Smoga share informasi kesehatan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan anda, Konsultasikan kesehatan anda pada dokter keluarga anda.

Friday, January 10, 2020

Hipertensi, Penyakit Ginjal Kronik dan Gagal Jantung


# Secangkir Teh Hangat #  Edisi Kelima # -- 10 Januari 2020


 Repost dari share dr. Eddy Susatyo, Sp.PD, FINASIM
 Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Rembang





Bismillah,
:: Hipertensi, Gagal Ginjal dan Gagal Jantung, merupakan *tiga sekawan*, yang saling kait mengkait.
:: Tiga sekawan yang jahat lho.
:: Tiga sekawan, akan diperburuk dengan adanya faktor risiko, yakni :
•• Faktor risiko yang bisa dimodifikasi,
•• Gaya hidup yang tidak sehat.
•• Diabetes Mellitus.
•• Dislipidemia.
•• Obesitas (Kegemukan).
•• Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi
••••• Usia.
••••• Jenis kelamin.
••••• Genetik.
:: Mari kita kupas, dari lapis per lapis.
:: Keterkaitan Hipertensi dengan Penyakit Ginjal Kronik.
:: Seperti telur dengan ayam, mana yang lebih dahulu, ayam atau telur.
:: Begitu juga, apakah *Hipertensi* sebagai penyebab *Penyakit Ginjal Kronik* atau *Penyakit Ginjal Kronik* menyebabkan *Hipertensi* ?
:: Kedua-duanya sangat memungkinkan.
:: *Hipertensi* merupakan faktor risiko penurunan fungsi ginjal baik *Diabetik* maupun *Non-Diabetik*.
:: Ravera M dan kawan-kawan, 2006, melakukan sebuah studi observasi prospektif dengan skala besar pada populasi umum, menunjukkan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko independen yang kuat bagi terjadinya Penyakit Ginjal Kronik tahap akhir.
:: *Bagaimana mungkin terjadi* ?
:: Tekanan Darah sistemik yang meningkat, akan menyebabkan peningkatan *Tekanan Intra Glomerulus*.
:: Akibat tekanan intra glomerulus yang meningkat, akan menyebabkan terjadinya :
•• Peningkatan produksi *matriks mesangeal*.
•• Terjadi glomerulosklerosis, akibat akumulasi *matriks ekstraseluler* dan proses ini dimediasi oleh *TGF-beta* dan dibantu *angiotensin 2, PDGF*, *CSGF, endotelin*.
•• Akibatnya, hipertensi akan memperburuk fungsi ginjal dan kardiovaskuler.
:: *Bagaimana kaitan antara Hipertensi dan Gagal Jantung* ?
:: Hipertensi atau kondisi tekanan darah tinggi selalu erat kaitannya dengan komplikasi penyakit kardiovaskuler.
:: Salah satu penyakit kardiovaskuler adalah gagal jantung, di mana menjadi penyebab kematian.
:: Gagal jantung merupakan kondisi di mana jantung kita tak mampu untuk menyediakan suplai darah yang cukup ke tubuh, dan butuh bertahun-tahun untuk dapat berkembang di dalam tubuh kita.
:: Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh hipertensi dapat meningkatkan risiko timbulnya gagal jantung.
:: Arteri yang menyempit menjadi kurang elastis dan membuat darah makan sulit untuk mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh, sehingga membuat jantung bekerja ekstra.
:: Untuk mengatasi beban tersebut, otot-otot pada jantung akan menebal dan semakin lebar. Walau masih dapat memompa darah, namun akan menjadi kurang efisien karena makin besar jantung, makin sulit untuk memberikan kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi.
:: Kan dia menambah beban dari jantung, memompanya lebih. Sehingga pertama otot-ototnya akan menebal, pembuluh darahnya akan mengeras.
:: Hampir semua organ yang mempunyai pembuluh darah akan menjadi korban dari hipertensi.
:: Selain gagal jantung,
:: *Penebalan otot jantung* tersebut juga dapat mengakibatkan komplikasi lainnya seperti :
•• Aritmia (denyut jantung tak teratur),
•• Serangan jantung,
•• Penyakit jantung iskemik (jantung tak dapat cukup oksigen),
•• Stroke,
:: Semoga bermanfaat.
:: Alhamdulillah,

Smoga share informasi kesehatan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan anda, Konsultasikan kesehatan anda pada dokter keluarga anda.

Tuesday, January 7, 2020

KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG SAKIT




# Secangkir Teh Hangat #  Edisi Keempat# -- 7 Januari 2020


Renungan Malam..Ust. Fuad Hamzah Baraba, Lc.

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/23380-keutamaan-menjenguk-orang-sakit.html



    Bismillah..Bersyukur kita diberi kesempatan sebagai tenaga ahli dibidang kesehatan, yang di bekali ilmu dan keterampilan untuk menjadi perantara kesembuhan pasien-pasien yang datang kepada kita untuk berobat, Kesembuhan pasien hakikatnya berasal dari Alloh Swt .
Alangkah baiknya  kita mengamalkan saat menangani pasien. Pada saat memeriksa pasien mari kita senantiasa mendoakan pasien, semoga sebagai salah satu amalan pahala dan keberkahan bagi kita semua.amien.



 Mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.
⁠Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ
Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ
Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).
Atau doa:
أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)

Smoga share informasi kesehatan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan anda, Konsultasikan kesehatan anda pada dokter keluarga anda.

Saturday, January 4, 2020

KONSEP SEHAT DAN SAKIT DALAM ISLAM


# Secangkir Teh Hangat #  Edisi Ketiga# -- 5 Januari 2020



Share Repost dr.Fatnan, Sp.PD





    Konsep sehat dan sakit bagi kebanyakan orang masih membingungkan dan kurang jelas. Apalagi kita sebagai seorang muslim haruslah tahu dan wajib memahaminya. Kebetulan disaat browsing dan searching artikel, saya menemukan artikel dari multiply perihal konsep sehat dan sakit. Akh muhammad menulisnya dengan ringkas, sederhana dan jelas. Agar tidak mengurangi keorisinalitas ide beliau, tulisan tersebut tidak saya ubah sedikitpun. Sakit dan penyakit merupakan suatu peristiwa yang selalu menyertai hidup manusia sejak jaman Nabi Adam. Kita memahami apapun yang menimpa manusia adalah takdir, sakit pun merupakan takdir. Lantas kalau sakit merupakan takdir, kalau kita sakit kenapa harus mencari sehat /kesembuhan? Lantas buat apa dan apa manfaat berobat? Dari sinilah landasan kita berpijak dalam memahami sehat, sakit, obat dan upaya pengobatan.
SEHAT – SAKIT PANDANGAN ALQURAN
          Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al Quran Surah Al Anbiyaa’ [21]:83-84).

     Ayat diatas mengisahkan Nabi Ayub yang ditimpa penyakit, kehilangan harta dan anak-anaknya. Dari seluruh tubuhnya hanya hati dan lidahnya yang tidak tertimpa penyakit, karena dua organ inilah yang dibiarkan Allah tetap baik dan digunakan oleh Nabi Ayub untuk berzikir dan memohon keridhoan Allah, dan Allah pun mengabulkan doanya, hingga akhirnya Nabi Ayub sembuh dan dikembalikan harta dan keluarganya.
       Dari sini dapat diambil pelajaran agar manusia tidak berprasangka buruk kepada Allah, tidak berputus asa akan rahmat Allah serta bersabar dalam menerima takdir Allah. Karena kita sebagai manusia perlu meyakini bahwa apabila Allah mentakdirkan sakit maka kita akan sakit, begitu pula apabila Allah mentakdirkan kesembuhan, tiada daya upaya kecuali dengan izin-Nya kita sembuh. (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku. Dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku. Dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (Al Quran surah Asy Syu’araa’ [26]: 78 – 82)
KONSEP SAKIT
Di hadapan Allah, orang sakit bukanlah orang yang hina. Mereka justru memiliki kedudukan yang sangat mulia.
Tidak ada yang yang menimpa seorang muslim kepenatan, sakit yang berkesinambungan (kronis), kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai pun duri yang ia tertusuk karenanya, kecuali dengan itu Allah menghapus dosanya". (Hadist diriwayatkan oleh Al-Bukhari).


Bahkan Allah menjanjikan apabila orang yang sakit apabila ia bersabar dan berikhtirar dalam sakitnya, selain Allah menghapus dosa-dosanya.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit atau perkara lain kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.”

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim)
Jika kamu menjenguk orang sakit, mintalah kepadanya agar berdoa kepada Allah untukmu, karena doa orang yang sakit seperti doa para malaikat.”(HR. Asy-Suyuti)
KONSEP SEHAT  Nabi Muhammad SAW lewat sunnahnya memberi perhatian yang serius terhadap kesehatan manusia. Sunnah Nabi menganggap keselamatan dan kesehatan sebagai nikmat Allah yang terbesar yang harus diterima dengan rasa syukur. Firman Allah dalam Al Quran Surah Ibrahim [14]:7 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Bentuk syukur terhadap nikmat Allah melalui kesehatan ini adalah senantiasa menjaga kesehatan sesuai dengan sunnatullah.


Rasulullah bersabda. “Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas)


NB :
Jalan Ringan Lebih Baik
    Menjaga kesehatan mutlak dilakukan oleh kita semua dengan cara2 yang murah dan efektif. Lebih baik berjalan kaki 30 menit/hari daripada berlari 1 kali seminggu 2 jam.Setuju?? karena kita harus Membudayakan hidup sehat karena Sehat adalah Gaya Hidup.



Smoga share informasi kesehatan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan anda, Konsultasikan kesehatan anda pada dokter keluarga anda.

SINDROMA DISPEPSIA











# Secangkir Teh Hangat #  Edisi Ketiga# -- 5 Januari 2020


Oleh dr.Santo, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSI Fatmah Cilacap

Dispepsia

     Dalam Konsensus ROMA III yang khusus membicarakan tentang kelainan gastrointestinal fungsional / dyspepsia fungsional didefenisikan sebagai      satu atau lebih keluhan rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, nyeri ulu hati/epigastrik, rasa terbakar di epigastrium. Tidak ada bukti kelainan struktural (termasuk didalamnya pemeriksaan endoskopi saluran cerna bagian atas) yang dapat menerangkan penyebab keluhan tersebut. Keluhan itu terjadi selama 3 bulan dalam waktu 6 bulan terakhir sebelum diagnosis ditegakkan.

        Jadi di sini ada batasan waktu yang ditunjukkan untuk meminimalisasikan kemungkinan adanya penyebab organik. Seperti dalam algoritma penanganan dyspepsia  bahwa bila ada alarm symptom seperti penurunan berat badan, timbulnya anemia, melena, muntah, yang sering dan memberat, maka merupakan petunjuk awal akan kemungkinan adanya penyebab organik yang membutuhkan pemeriksaan penunjang diagnostic secara lebih intensif seperti endoskopi dan sebagainya.

Gambar 1. Gambaran organ lambung


 Dalam usaha untuk mencoba  kearah praktis pengobatan, dispepsia fungsional ini dibagi 3 kelompok yaitu :
  1. .     .Dispepsia tipe seperti ulkus, dimana yang lebih dominan adalah nyeri epigastrik    (Baca juga  Artikel Tukak Lambung)
  2. .       Dispepsia tipe seperti dismotilitas, dimana yang lebih dominan adalah kembung, mual muntah rasa penuh, cepat kenyang.
  3. .     Dispepsia tipe non-spesifik, diaman tidak ada ulkus yang dominan.

        Sebelum era Konsensus ROMA III, ada dyspepsia tipe refluks dalam  alur penanganan dyspepsia. Tapi saat ini kasus dengan keluha tipikal refluks seperti adanya hearth burn atau regurgitasi, langsung dimasukkan dala alur penyakit gastroesophageal reflux disease.

Bagaimana Perjalanan penyakitnya : 
     Berbagai hipotesis mekanisme telah diajukan untuk menerangkan pathogenesis terjadinya gangguan ini. Proses patofisiologi yang paling banyak dibicarakan dan potensial berhubungan dengan dyspepsia fungsional adalah hipotesis asam lambung dan inflamasi, hipotesis gangguan motorik, hipotesis hipersensitivitas visceral, serta hipotesis tentang adanya gangguan psikologik atau psikiatrik. Sekresi asam lambung pada Kasus dengan dyspepsia fungsional, umumnya mempunyai tingkat sekresi asam lambung, baik sekresi basal maupun dengan stimulasi pentagastrin, yang rata-rata normal. Diduga adanya peningkatan sensitivitas mikosa lambung terhadap asam yang menimbulkan rasa tidak enak di perut.

Helicobacter pylori(HP)
    Dari berbagai laporan kekerapan Hp pada dyspepsia fungsional sekitar 50% dan tidak berbeda bermakna dengan angka kekerapan Hp pada sekelompok orang sehat.

Dismotilitas Gastrointestinal
      Berbagai studi melaporkan bahwa pada dyspepsia fungsional terjadi perlambatan pengososngan lambung , adanya hipomotilitas antrum (sampai 50% kasus), gangguan akomodasi lambung waktu makan, disritmia gaster dan hypersensitivitas visceral. Pada kasus dyspepsia fungsional yang mengalami perlambatan pengosongan lambung berkorelasi dengan keluhan mual, muntah dan rasa penuh di ulu hati.

Ambang Rangsang Persepsi
     Dinding usus mempunyai berbagai reseptor, termasuk reseptor kimiawi, reseptor mekanik dan nocireceptor. Dalam studi tampaknya kasus dyspepsia ini mempunyai hypersensitivitas visceral terhadap distensi balon digaster atau duodenum. Bagaimana mekanismenya, masih belum dipahami.

Disfungsi Autonom 
      Disfungsi persyarafan vagal diduga berperandalam hipersensitivistas gastrointestinal pada kasus dyspepsia fungsional. Adanya neuropati vagal juga diduga berperan dalam kegagalan relaksasi bagian proksimal lambungwaktu menerima makanan sehingga menimbulkan gangguan akomodasi lambung dan rasa cepat kenyang.

Aktivitas Mioelektrik Lambung
     Adanya disritmia mioelektrik lambung pada pemeriksaan elektrogastrografi berupa tachygastria, bradygastria pada lebih kurang 40% kasus dyspepsia fungsional,tapi hal ini bersifat inkonsisten.

Hormonal
     Dilaporkan adanya penurunan kadar hormona motilin yang menyebabkan gangguan motilitas antroduodenal dan prolaktin memperngaruhi kontraktilitas otot polos dan memperlambat waktu transit gastrointestinal.

Diet dan Faktor lingkungan
     Adanya intoleransi makanan dilaporkan lebih sering terjadi pada kasus dyspepsia fungsional dibandingkan kasus control.

Psikologis
      Adanya stres akut fungsi gastrointestinal  dan mencetuskankeluhan pada orang sehat. Dilporkan adanya penuruna kontraktilitas lambung yang mendahului keluhan mual, setelah stilmulus stress sentral.


Gambaran Klinis


         Disarankan untuk mengklasifikasi dispepsia funsional menjadi beberapa sub grup. Didasarkan pada keluhan yang paling mencolok atau dominan, Bila nyeri ulu hati yang dominan dan disertai nyerin pada malam hari dikategorikan sebagai dyspepsia fungsional tipe seperti ulkus (ulcer like dyspepsia). (Baca juga Artikel Gejala Mirip Maag)
·                    Bila kembung, mual, cepat kenyang merupakan keluhan yang sering dikemukakan dikategorikan sebagai dyspepsia fungsional tipe seperti dismotilitas( dismotility like dyspepsia). Bila tidak ada keluhan yang bersifat dominan, dikategorikan sebagai dyspepsia non spesifik.


Terapi

1.   Diet : Menghindari makanan yang merangsang seperti pedas, asam, tinggi lemak dan kopi.
2.  Medikamentosa ; Antasida, penyekat H2 reseptor, penghambat pompa proton, sitoproteksi 
3.    Psikoterapi.


Smoga share informasi kesehatan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan anda, Konsultasikan kesehatan anda pada dokter keluarga anda.

#Dispepsia #Ulkus lambung #Gastritis #Gangguan pencernaan #Diet Lambung











Wednesday, January 1, 2020

CURHATAN NASI PUTIH




# Secangkir Teh Hangat #  Edisi kedua  --2 Januari 2020
                                       
Share tulisan dari dr. Basuki Sp.JP






Curhatan Nasi putih
aku selalu dipersalahkan sebagai penyebab kegemukan..
akupun dianggap sebagai pemicu diabetes bisa muncul..
aku tertulis diurutan atas tabel gizi sebagai penyumbang index glikemik yang tinggi..
aku sekarang dijauhi untuk tidak dikonsumsi lagi..
bahkan aku diharamkan oleh pendukung ketofastosis..
salahku apa..
padahal dulu aku tidak menjadi masalah manusia..
dulu...
aku dikonsumsi secukupnya..
sekedar mengganjal perut karena dulu sebagian manusia mengerti arti secukupnya..
dulu...
pekerjaan manusia lebih banyak dikebun dan diladang sehingga kalori dariku sebagian besar digunakan untuk aktivitas fisik yang berat..
dulu...
mereka mereka makan tidak tergesa gesa..
sehingga sebelum porsi besar habis, mereka sudah kenyang oleh karena proses mencerna yang sempurna..
dulu..
tubuhku hanya ditumbuk dengan lesung..
walaupun tubuhku kumal berbalut kulit ari yang dominan..
sehingga penyerapan pada tubuh manusia lebih lambat..
akhirnya...
tentu saja nilai index glikemikku tidak setinggi sekarang
dulu..
aku beragam tergantung lokasi tumbuhku dimana..
karena itu aku lebih tahan hama walaupun tidak menghasilkan banyak...
tapi sekarang..
rekayasa genetik membuatku tidak punya ruh lagi...
sehingga aku tidak bisa memberikan daya hidup yang memakannya..
dulu..
tidak ada kapitalis yang mengiming iming nasi pulen putih bersih..
karena..
walo aku kumal kecoklatan...
aku jujur apa adanya tidak perlu pemutih dan digiling beberapa kali sehingga kulit ariku hilang...
aku juga seperti beras merah ataupun beras hitam..
sama sama ciptaan Tuhan..
tapi aku diubah oleh manusia untuk memenuhi hasrat lidah mereka...
dengan penggilingan, akupun tidak lagi punya kulit..
aku putih pucat seperti mahluk cantik yang tak bernyawa..
aku seperti pesakitan yg diberikan label jahat oleh manusia...
tolong jangan lagi giling aku berulang kali, sampai kulitku tidak bersisa..
cukup tumbuk ataupun giling sekedar kulitku menganga ..
bagaimanapun aku ingin bersujud pada Tuhan,
untuk memberikan manfaat baik bagi manusia
aku tetap sama seperti beras lain...
yang pastinya Tuhan pasti menyelipkan manfaat pada tubuhku..
bukankah Tuhan tidak menciptakan sesuatu tanpa manfaat buat manusia..




Nasi sebagai sumber karbohidrat...#orang +62. kalo belum makan nasi.....disebut belum makan #

#karbohidrat #diet nasi #diet karbohidrat #indek glikemik #diabetes

PANCOLITIS






# Secangkir Teh Hangat #  Edisi kedua  -- 2 Januari 2020

Repost dari share dr. Eddy Susatyo, Sp.PD, FINASIM
 Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Rembang



Pancolitis

Masih seputar gangguan pencernaan, pada topik pembicaan secangkir kopi hangat kali ini akan membahas "pancolitis" yang ditulis oleh pembimbing saya ketika stase residen penyakit dalam di RSUD beliau adalah dr. Eddy Susatyo, Sp.PD FINASIM, mari kita baca share beliau tentang salah satu gangguan pencernaan dibawah ini :

Pancolitis*, dalam arti yang paling umum, mengacu pada peradangan seluruh usus besar . Ini bisa disebabkan oleh berbagai hal.


*Pancolitis atau kolitis universal
* sering digunakan dengan cara yang lebih spesifik untuk menunjukkan bentuk kolitis ulserativa yang sangat parah.

Bentuk kolitis ulserativa ini menyebar ke seluruh usus besar termasuk *usus besar kanan, usus besar kiri, usus besar transversal, kolon desendens, dan rektum*.

Diagnosis dapat dibuat dengan menggunakan sejumlah teknik tetapi metode yang paling akurat adalah *visualisasi langsung melalui kolonoskopi*.

Gejalanya mirip dengan kolitis ulserativa tetapi lebih parah dan menyerang seluruh usus besar.

Pasien-pasien dengan radang borok usus besar umumnya menunjukkan gejala-gejala termasuk pendarahan dubur sebagai akibat dari bisul-bisul, rasa sakit di daerah perut, peradangan dalam berbagai tingkat, dan diare (seringkali mengandung darah).

Pasien-pasien pankolitis menunjukkan gejala-gejala ini dan mungkin juga mengalami kelelahan, demam, dan keringat malam.

Karena hilangnya fungsi pada usus besar, pasien mungkin kehilangan banyak berat karena tidak dapat memperoleh nutrisi dari makanan.

Dalam kasus lain, kehilangan darah akibat bisul dapat menyebabkan anemia yang dapat diobati dengan suplemen zat besi.

Selain itu, karena sifat kronis sebagian besar kasus pankolitis, pasien memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker usus besar .

Kondisi ini mempengaruhi usus besar.

Pankolitis adalah sejenis penyakit radang usus (IBD) yang memengaruhi seluruh lapisan dalam usus besar.

Penyebab pasti gangguan inflamasi ini tidak jelas, meskipun dokter saat ini percaya bahwa penyakit autoimun dan kecenderungan genetik mungkin memainkan peran dalam perkembangannya.

*Gen* yang diketahui menempatkan individu pada *risiko penyakit Crohn* telah terbukti juga *meningkatkan risiko IBD* lainnya termasuk *pankolitis*.

Lebih lanjut, seorang individu juga dapat mengalami pankolitis jika kolitis ulserativa hanya sebagian kecil dari kolon dibiarkan tidak diobati atau memburuk.

Pengobatan pankolitis saat ini difokuskan pada upaya memaksa penyakit menjadi remisi, keadaan di mana sebagian besar gejala mereda.

Pada akhirnya, tujuannya adalah untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik, pengurangan kebutuhan akan obat-obatan, dan meminimalkan risiko kanker.

Obat yang digunakan dalam pengobatan termasuk *agen anti-inflamasi dan kortikosteroid* untuk mengurangi peradangan dan *imunomodulator* yang bertindak untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

*Imunomodulator* digunakan pada kasus kolitis ulserativa yang parah dan sering digunakan untuk mengobati pasien dengan pankolitis yang menunjukkan sedikit perbaikan dengan antiinflamasi dan kortikosteroid.

Namun, dalam hal ini dapat semakin mengekspos pasien terhadap penyakit lain karena sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Pilihan akhir penatalaksanaan adalah dalam bentuk operasi.

Secara umum, opsi ini dicadangkan hanya untuk kasus-kasus di mana perkembangan kanker sangat dicurigai atau terjadi perdarahan besar dari borok.

Dalam hal ini seluruh usus besar dan rektum diangkat yang keduanya menyembuhkan pankolitis dan mencegah segala kemungkinan kanker usus besar.

Pasien yang menjalani operasi harus mengumpulkan tinja di reservoir yang dibuat di rektum atau memiliki ujung usus kecil yang melekat pada anus.

Pada kasus yang terakhir, bagian anus yang sakit harus diangkat, tetapi otot-ototnya dibiarkan utuh, sehingga pergerakan usus masih terjadi.

Semoga bermanfaat,

Alhamdulillah,



Smoga share informasi kesehatan ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan anda, Konsultasikan kesehatan anda pada dokter keluarga anda.


#colitis #tukak usus #gastritis #radang usus #BAB darah #gangguan pencernaan