SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Tuesday, October 30, 2012

SEMINAR "ASI-INVESTASI GENERASI PENERUS YANG SEHAT, CERDAS DAN BERAKHLAK MULIA"

Pada Hari Sabtu, Tanggal 6 oktober 2012 dilaksanakan Seminar Kesehatan Untuk Umum yang di hadiri Oleh Ibu Bupati Cilacap / Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, Ibu.Hj. Teti Suwarto Pamuji dan Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr.H. Bambang Setyono, MMR. Pembicara : 1.dr. Ekawaty Lutfia Haksari, SpA, IBCLC. (Bagian Perinatologi RS Dr. Sardjito Yogyakarta) Topik: Pentingnya IMD dan ASI untuk tumbuh kembang anak secara fisik, psikis dan spiritual. 2.dr. Supriyono, SpA Topik: Peran tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif .
       Menyusui merupakan salah satu pengalaman paling indah yang dialami ibu dan bayi. Sayangnya tidak semua ibu menyadari akan pentingnya menyusui bayinya. Air Susu Ibu (ASI) diciptakan oleh Tuhan dengan segala kelebihannya. ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya, disamping itu juga mengandung antibodi yang akan membantu bayi membangun sistem kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya. Menyusui juga dapat menciptakan ikatan psikologis dan kasih sayang yang kuat antara ibu dan bayi.
     Begitu pentingnya manfaat ASI bagi bayi maka para ahli menyarankan agar ibu memberikan hanya ASI saja tanpa tambahan cairan apapun kepada bayinya selama 6 bulan sejak kelahiran yang dikenal dengan istilah ASI Eksklusif. Para ahli dengan berbagai penelitian telah membuktikan kebenaran tersebut, sehingga akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) termasuk seluruh Departemen Kesehatan di dunia pun sangat menganjurkan para ibu memberi ASI kepada bayinya agar dapat tumbuh kembang dan menjadi generasi yang cerdas. WHO, United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan lembaga kesehatan dunia lainnya, seperti WABA (World Alliance for Breastfeeding Action) berpendapat bahwa untuk sebagian besar bayi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangat penting, kemudian menyusui dilanjutkan bersama dengan makanan pendamping ASI yang bergizi, sampai umur 2 tahun atau lebih. Proses ini merupakan kunci bagi tumbuh kembang sehat optimal bagi anak. Sejak tahun 2002 WHO dan UNICEF telah mencanangkan Strategi Global Peningkatan Pemberian Makan Bayi dan Anak pada tahun 2002 yang meliputi : 1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir selama satu jam dilanjutkan dengan rawat gabung. 2. Memberikan hanya ASI saja sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan. 3. Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) setelah umur 6 bulan. 4. Menyusui dilanjutkan sampai anak berumur 24 bulan atau lebih.
        ASI penting bagi kelangsungan hidup bayi. IMD dapat menekan kematian bayi baru lahir hingga 22%. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menyebutkan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif hingga umur 6 bulan baru 15,3%. IMD yang dilakukan segera setelah bayi lahir hanya 29,3%. Menyusui dini kurang dari 1 jam lebih banyak dilakukan ibu di pedesaan dengan tingkat ekonomi rendah. Bahkan, 11,1% ibu baru menyusui setelah bayi berumur lebih dari 48 jam. Ini membuat kolostrum yang mengandung antibodi terbuang.Menyusui adalah suatu proses alamiah, namun masih dianggap sebagai hal biasa yang tidak perlu dipelajari lagi. Cara menyusui yang benar sebetulnya memang tidak mudah, tetapi dapat dipelajari dan harus dipraktekkan. Adanya mitos-mitos yang keliru seputar menyusui sering menghambat pemberian ASI. Di lain pihak penerangan tentang susu formula sangat bertubi-tubi, bahkan kadang terdapat iklan yang menyesatkan. Selain itu pemasaran susu formula yang semakin tidak terkendali dan memberdayakan tenaga kesehatan serta fasilitas kesehatan dalam mendistribusikan susu formula kepada masyarakat. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi rasa percaya diri para ibu yang ingin memberikan ASI pada bayinya.
    Permasalahan menyusui yang sering dihadapi oleh para ibu diantaranya: paska melahirkan sebagian ibu seringkali mengeluhkan minimnya produksi ASI kemudian ibu mulai gusar saat ASI tak juga keluar, cepat menyerah atau panik dan mengklaim diri tidak bisa memberikan ASI. Seorang ibu menyusui perlu dukungan keluarga terutama suami dan lingkungan di sekitarnya untuk selalu bisa memberikan ASI sebagai satu-satunya asupan gizi paling sempurna untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan. Peran tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang mendukung pemberian ASI tentu sangat berpengaruh pada keberlangsungan pemberian ASI eksklusif. PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif telah disahkan pada Tanggal 1 Maret 2012. Hal tersebut membuat semua pihak harus mendukung ibu menyusui. Ini menjamin pemenuhan hak bayi dan perlindungan ibu menyusui serta meningkatkan peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan wajib melakukan IMD, menempatkan ibu dan bayi dalam satu ruang rawat. Selain itu, ada juga keharusan penyediaan ruang menyusui di tempat kerja dan fasilitas umum serta pembatasan promosi susu formula.Ibu dan bayi memerlukan dukungan dari seluruh pihak, mulai dari suami dan anggota keluarga lain, rekan kerja, lingkungan sekitar dan sarana umum, petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemerintah dan kebijakan-kebijakannya, demi mencapai kesuksesan menyusui. Diperlukan cara-cara yang menembus batas, lintas generasi, lintar sektor, lintas gender, lintas budaya agar dapat berbagi tentang pengalaman dan pengetahuan serta menjangkau secara luas. Tak diragukan bahwa ASI sangat penting untuk bayi. Menyusui adalah cara paling alami dan efektif untuk memahami dan memenuhi kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembangnya yang optimal tidak hanya sehat secara fisik namun juga cerdas dan berakhlak mulia serta tumbuh menjadi generasi penerus yang berkualitas.

No comments:

Post a Comment