SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Sunday, May 15, 2011

Catatan dokter Agus tentang DRR (116)

Pada Hari Senin, Tanggal 5 April 2010

     Jam 14.00 wib, Tim fasilitator Perdhaki unit Sidareja yaitu dr. Agus, Bu Wiwin, Sr. Editha dan mas Indra bertemu dengan Pak sekdes gunungreja dan pak Lurah Lasiman untuk berkoordinasi tentang pembuatan proposal jalur evakuasi yang telah disepakati oleh tim PRB dan warga masyarakat,tim perdhaki menyampaikan pesan dari perdhaki pusat bahwa untuk memperoleh dana stimulan pembuatan jalur evakuasi perlu adanya pembuatan proposal oleh tim PRB dan warga masyarakat, tim fasilitator yang akan mensupport pembuatan proposal tersebut.

    Pada bulan April 2010 ini,Tim fasilitator perdhaki unit sidareja mendampingi tim PRB desa gunungreja untuk melakukan pembuatan proposal dalam rangka pengajuan dana pembangunan jalur evakuasi di wilayah desa gunungreja berdasarkan hasil kajian pedesaan partisipatif (KPP) pada bulan januari 2009, desember 2009 dan Januari 2009 maka diperoleh beberapa rekomendasi yang harus di laksanakan untuk merealisasikan program Pengurangan Resiko Bencana Oleh Masyarakat ( PRBOM ), salah satu rekomendasi yang penting untuk di realisasikan adalah pembangunan jalur evakuasi yang sulit di jangkau di wilayah desa Gunungreja , untuk itu jalur evakuasi perlu di bangun secara permanen dan kuat.

Catatan dokter Agus tentang DRR (115)

Pada Hari Minggu, Tanggal 28 Maret 2010
         Jam 14.30 wib, di sidareja, dr. agus, bu wiwin, sr. editha dan mas indra mengadakan rapat koordinasi tentang pendampingan tim fasilitator perdhaki untuk rencana pembuatan proposal jalur evakuasi yang dibuat oleh tim PRB desa gunungreja yang dibuat berdasarkan rekomendasi kajian pedesaan partisipatif. Tim fasilitator dalam pembuatan proposal bersifat men support saja, yang menentukan semuanya adalah dari pihak tim PRB dan masyarakat desa gunungreja.

Pada Senin, Tanggal 29 Maret 2010
       Jam 14.30 wib, Tim fasilitator perdhaki unit sidareja yaitu dr. Agus, bu Wiwin, sr. Editha dan mas indra melakukan kunjungan ke warga yang membuat bokashi di wilayah desa gunungreja yaitu ke pak Ibrahim, bu Marsiti, pak Busro, pak Sohil dan pak poniman. Tim memantau warga yang membuat bokashi sayuran berupa seledri dan ceisim, bagi warga yang mau konsultasi bisa langsung ke bu wiwin atau pak Marino di SMK Yos Sudarso Sidareja

Catatan dokter Agus tentang DRR (114)

Pada Hari senin, Tanggal 15 Maret 2010

      Jam 14.00 Wib, dr. Agus dan mas indra bertemu dengan pak Lurah Lasiman membicarakan rencana kegiatan pembuatan jalur evakuasi di jalan kauman utara yang menghubungkan desa gunungreja dengan pendopo kecamatan sidareja. Rencana pembuatan jalur evakuasi ini merupakan salah satu rencana aksi yang merupakan rekomendasi dari kajian-kajian yang telah dilaksanakan di desa Gunungreja.

Pada Hari Minggu, Tanggal 21 Maret 2010
           Pada hari ini dilaksanakan kerjabakti dan gotong royong di jalan kauman utara oleh warga desa gunungreja sepanjang kurang lebih 250 meter untuk pembuatan jalur evakuasi, yang menghubungkan desa gunungreja ke daerah pengungsian di kecamatan sidareja, kegiatan ini merupakan salah satu rekomendasi hasil kajian pedesaan partisipatif bersama warga desa gunungreja.






Catatan dokter Agus tentang DRR (113)

Pada Hari Sabtu, Tanggal 13 Maret 2010

        Pada pukul 20.00 Wib, bertempat di Bp. Lurah Lasiman, dilakukan pertemuan / diskusi kelompok bapak-bapak dengan tim peer review membahas seputar kegiatan PRB dari awal masuk tim fasilitator ke desa gunungreja, dilakukan kajian-kajian dan menghasilkan suatu aksi nyata dalam masyarakat untuk mengurangi resiko bencana di wilayah desa Gunungreja. Tim Peer review juga sharing tentang kegiatan pendampingan PRB di masing-masing desa yang didampinginya.





 Jumlah peserta yang hadir sebanyak 8 peserta dalam forum kali ini. Acara selesai pukul 23.00 Wib.

Catatan dokter Agus tentang DRR (112)

Pada Hari Sabtu, Tanggal 13 Maret 2010

           Pada pukul 14.30 Wib, bertempat di rumah Bp. Kadus Gunungreja dilaksanakan forum diskusi dan interview antara kelompok ibu-ibu desa gunungreja dengan tim Peer review mitra cordaid, tentang kegiatan PRB dan aksi nyata yang telah dilaksanakan didesa Gunungreja dalam upaya pengurangan resiko bencana banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayah desa gunungreja. Acara dialog interaktif dipandu dan didampingi oleh tim fasilitator DRR sidareja.Jumlah warga yang hadir sebanyak 40 peserta.





Catatan dokter Agus tentang DRR (111)

Pada Hari Sabtu, Tanggal 13 Maret 2010

         Hari ini adalah acara pertemuan tim peer review mitra CORDAID dengan tim fasilitator perdhaki unit sidareja, tim PRB desa Gunungreja, pihak kecamatan, aparat desa, anggota DPRD, Puskesmas, BPBD dan warga masyarakat desa gunungreja yang telah mengikuti kegiatan PRB didesa Gunungreja.
            Acara Selanjutnya adalah dipandu oleh dr.agus sebagai moderator dilaksanakan forum diskusi/ dialog interaktif antara Tim Peer Review yaitu Pak Pras (PUSAKA) dan mbak Dian (INSIST) dengan warga masyarakat, Tim PRB desa, pihak kecamatan,BPBD, anggota DPRD Cilacap yang hadir di balai desa Gunungreja mengenai kegiatan PRB yang sudah dilaksanakan di desa Gunungreja. Pertemuan kunjungan mitra Cordaid ini selesai pada pukul 12.30 Wib.








Acara pertama adalah Sambutan dari lurah desa gunungreja yaitu pak Lasiman:
- Penghormatan dan ucapan terima kasih kepada tim peer review, Camat sidareja, anggota DPRD Cilacap, kepala Bidang I BPBD Cilacap, perwakilan Puskesmas, Tim Fasilitator Perdhaki unit sidareja, LSM LPPSLH Purwokerto, tim PRB desa, para tokoh dan warga masyarakat yang telah hadir di balai desa Gunungreja.
- Banjir yang terjadi diwilayah desa Gunungreja saat ini frekuensi dan keadaannya tidak sebesar dulu, sebelum dilakukan pengerukan anakan sungai citengah dan program pengurangan resiko bencana, dalam tempo sehari banjir bisa cepat surut,dan banjir tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.
- Dalam Program Pengurangan Resiko Bencana di wilayah desa Gunungreja warga masyarakat telah melakukan kajian-kajian kebencanaan, dicari solusi secara bersama-sama yang menghasilkan rekomendasi-rekomendasi sebagai rencana aksi dari masyarakat desa gunungreja.
- Kegiatan yang telah dilaksanakan dan merupakan rencana aksi masyarakat berdasarkan rekomendasi kajian yaitu:
Penormalisasian anakan sungai Citengah
Normalisasi drainase
Usulan ke Balai Besar Sungai Citanduy untuk penormalisasian sungai Citengah
Program penghijauan, dll.
- Kegiatan Pengurangan Resiko bencana yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Gunungreja didampingi serta difalitasi oleh tim fasilitator Perdhaki unit Sidareja
Sambutan dari pak Camat Sidareja yaitu Bp. Ach. Arifin sebagai berikut:
- Penghormatan kepada hadirin yang telah berkenan menghadiri acara kunjungan peer review mitra cordaid ke desa gunungreja.
- Kecamatan sidareja terdiri dari 10 desa, salah satunya adalah desa gunungreja yang merupakan desa percontohan di kecamatan sidareja hal ini berdasarkan pertemuan di kecamatan pada tahun 2008 tentang sosialisasi DRR. Desa Gunungreja juga menjadi kebanggaan untuk tingkat kabupaten.
- Pihak kecamatan merasa tersanjung atas kehadiran dari Tim CORDAID yang telah datang ke desa gunungreja untuk melakukan study lapangan dan saling bertukar pengalaman untuk program pengurangan resiko bencana.
- Desa gunungreja sering mengalami banjir karena secara geografis letaknya paling rendah di bandingkan desa lainnya sehingga setiap terjadi banjir besar wilayah gunungreja terkena dampaknya.
- Saat ini berdasarkan informasi dari BMG, wilayah indonesia mengalami perubahan cuaca yang ekstrem sehingga masyarakat perlu sigap dalam menghadapi bencana dan mewaspadai perubahan cuaca tadi sehingga bisa mengantisipasi bencana terutama banjir.
- Dengan adanya program PRB didesa gunungreja, masyarakat telah di ajari dan di bekali untuk mengenali resiko-resiko bencana banjir dan pelatihan-pelatihan pengurangan resiko bencana yang ada di wilayah desa gunungreja.
Sambutan dari anggota DPRD Cilacap yaitu bp. Ir. Y. Parsian sebagai berikut:
- Penghormatan kepada tamu undangan yang telah berkenan hadir di balai desa gunungreja pada hari ini.
- Bencana yang sering terjadi di indonesia merupakan dampak dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan disekitarnya. Contohnya dari bencana banjir yang ada akibat dari penggundulan hutan, pembuangan sampah sembarangan, sistem tata ruang lingkungan yang tidak tepat sehingga berkurangnya daerah resapan air, adanya pendangkalan sungai akibat pemanfaatan tanggul yang tidak terkontrol. dll. Jadi bencana merupakan sebuah respon atau sistem yang terjadi dari perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
- Warga masyarakat harus peduli dan memiliki semangat yang tinggi untuk mencintai lingkungan dan alam sehingga bisa mengurangi dampak dari suatu bencana yang sering terjadi.
- Ditingkat pemerintahan daerah terutama di anggota dewan sudah mulai memikirkan untuk mengalokasikan dana anggaran sebesar 1 Milyard untuk seluruh kabupaten Cilacap dalam penanggulangan bencana yang sering melanda di wilayah Cilacap. Di tingkat kecamatan atau desa agar bisa mendapatkan bantuan dana tersebut perlu untuk mengajukan proposal yang bisa dimatangkan dalam rapat anggota dewan per semesternya.
- Diharapkan dengan adanya program PRB ini masyarakat bisa mandiri dan mencari solusi sendiri dalam mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bencana,hal ini berdasarkan prinsip pemberdayaan masyarakat untuk kepentingan bersama.
Sambutan dari kepala bidang I BPBD Cilacap yaitu Bp. Hari sebagai berikut:
- Penghormatan kepada hadirin yang telah datang dalam acara pertemuan ini.
- Aplaus dan penghargaan kepada pak lurah Lasiman dengan adanya kegiatan PRB di desa Gunungreja ini yang didampingi oleh tim Fasilitator Perdhaki.
- Perkenalan dan penjelasan tentang BPBD yang ada di cilacap, merupakan badan di kabupaten Cilacap yang baru di bentuk dan merupakan pelopor pertama di Jawa Tengah.
- Kegiatan PRB merupakan amanat dari UU no. 24 Tahun 2007, didalamnya diatur kegiatan Pencegahan, mitigasi, tanggap darurat dan rehabilitasi pasca bencana.
- BPBD cilacap memiliki desa pendampingan / pilot Project yaitu ada 6 desa tangguh bencana, yang berada di wilayah rawan bencana, didampingi oleh tim fasilitator dari UNDP.
- Dengan adanya program PRB di desa Gunungreja diharapkan kegiatan ini bisa diduplikasikan di desa lainnya sehingga bisa membentuk masyarakat-masyarakat yang tangguh terhadap bencana di kecamatan sidareja pada khususnya, dan kabupaten Cilacap pada umumnya.
Selamat bahwa kecamatan Sidareja akan menjadi daerah percontohan untuk pengurangan resiko bencana, hal ini akan dilakukan kajian kebencanaan oleh Pihak LIPI.
Acara Selanjutnya adalah dipandu oleh dr.agus sebagai moderator dilaksanakan forum diskusi/ dialog interaktif antara Tim Peer Review yaitu Pak Pras (PUSAKA) dan mbak Dian (INSIST) dengan warga masyarakat, Tim PRB desa, pihak kecamatan,BPBD, anggota DPRD Cilacap yang hadir di balai desa Gunungreja mengenai kegiatan PRB yang sudah dilaksanakan di desa Gunungreja. Pertemuan kunjungan mitra Cordaid ini selesai pada pukul 12.30 Wib.

Catatan dokter Agus tentang DRR (110)

Pada Hari Jumat, Tanggal 12 Maret 2010

        Jam 17.00 wib, di hotel Paradise sidareja. dr. agus dan mas indra bertemu dengan tim peer review CORDAID yaitu pak pras dari PUSAKA-Medan, serta bu dian dari INSIST- Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut dilakukan sharing dan interview tim peer review kepada tim Fasilitator Perdhaki unit sidareja, mengenai semua kegiatan yang berkaitan dengan proses dan pelaksanaan PRB didesa gunungreja Pertemuan selesai pada pukul 20.00 Wib.

Catatan dokter Agus tentang DRR (109)

Pada hari Rabu, Tanggal 10 Maret 2010

      Jam 10.30 Wib, dr. Agus pergi ke balai desa Gunungreja untuk bertemu dengan pak lurah lasiman, koordinasi persiapan kunjungan tim peer review dan sharing dengan pak lurah bahwa besok pagi dr.agus akan bertemu dengan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap untuk menyampaikan undangan pertemuan dan laporan kegiatan PRB desa Gunungreja.

Pada Hari Kamis, Tanggal 11 Maret 2010

          Jam 09.30 Wib, dr. Agus pergi ke Cilacap bertemu dengan pak Nawa (Ketua Karang Taruna kab Cilacap) untuk menyampaikan undangan pertemuan di desa Gunungreja. Bersama dengan pak Nawa, dr. Agus bertemu dengan Kepala BPBD Cilacap di kantornya. Dr. agus menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan ke kantor BPBD untuk memperkenalkan diri dari Perdhaki unit sidareja yang memiliki program Pengurangan Rsiko Bencana di desa Gunungreja, dr. agus diwawancarai oleh sekretaris BPBD yaitu Bp. Suherman dan Bp. Hari sebagai kepala Bidang I, bagian PRB. Pihak BPBD merasa senang atas kegiatan yang telah dilaksanakan di desa Gunungreja yang sudah jalan 2 tahun, ini merupakan bentuk kerjasama yang sinergis antara pihak pemerintahan dan swasta. Beliau bersedia datang untuk melihat langsung kegiatan yang akan dilksanakan pada hari sabtu tanggal 13 Maret 2010.Langkah ini merupakan salah satu bentuk advokasi kepada pemerintahan terutama BPBD dalam membentuk jejaring program Pengurangan Resiko Bencana di wilayah Cilacap.
      Jam 15.00 wib, dr. Agus menuju ke purwokerto untuk bertemu dengan pak Alam Wijaya (LPPSLH), beliau juga turut di undang untuk pertemuan peer review mitra cordaid pada hari sabtu besok.

Catatan dokter Agus tentang DRR (108)

Pada Hari selasa, Tanggal 9 Maret 2010

      Jam 08.30 Wib, dr. Agus bertemu dengan pak Parsiyandi SMK Yos Sudarso Sidareja untuk sharing tentang kegiatan DRR yang sudah dilaksanakan di desa Gunungreja dan menyampaikan undangan untuk menghadiri acara pertemuan kunjungan peer review dibalai desa desa Gunungreja.

     Jam 09.00 Wib, dr. Agus pergi ke kecamatan bertemu dengan pak Camat Sidareja, untuk menyampaikan undangan kunjugan tim peer review mitra Cordaid dan sharing tentang kegiatan PRB yang sudah dilaksanakan didesa Gunungreja .

       Jam 12.00 wib, dr. Agus dan mas Indra melakukan koordinasi di BP Adi Dharma Sidareja untuk persiapan kunjungan pada hari sabtu besok.

Catatan dokter Agus tentang DRR (107)

Pada Hari Senin, Tanggal 8 Maret 2010

        Jam 07.30 Wib, dr.Agus dan bu Wiwin berkoordinasi tentang surat pemberitahuan dan undangan ke desa dan kecamatan tentang kunjungan peer review desa gunungreja yang akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 13 maret 2010, rencana yang akan hadir dari mitra cordaid PUSAKA- Medan, INSIST-Jogjakarta, dan PRIMARY- Papua. Rencana akan mengundang dari pihak yang berkompentensi di bidang pengurangan resiko bencana yaitu Kecamatan, anggota DPRD Cilacap, Puskesmas Sidareja, LSM LPPSLH, Ketua Karang Taruna kab. Cilacap dan BPBD Cilacap.

      Jam 09.30 Wib, dr. Agus pergi ke PUSKESMAS Sidareja, bertemu dengan kepala puskesmas yaitu dr. Eva Koordiana, untuk berkoordinasi dan memberikan undangan acara pertemuan peer review mitra cordaid pada hari sabtu depan, beliau jika tidak sibuk siap menghadiri acara pertemuan tersebut.

Catatan dokter Agus tentang DRR (106)

Pada Hari sabtu, Tanggal 6 Maret 2010

      Dari Cordaid Jogjakarta, ada berita bahwa sidareja akan dikunjungi tim peer review mitra cordaid, sehingga tim fasilitator perdhaki unit sidareja perlu mempersiapkan acara kunjungan tersebut.
Jam 09.00 Wib, di BP Adi Dharma, dr. Agus dan mas Indra berkoordinasi tentang pemanfaatan eceng gondok yang ada di wilayah desa gunungreja. Hari ini di wilayah dusun kauman desa gunungreja ada kerja bakti pengambilan eceng gondok di sungai citengah oleh kaum ibu-ibu.Tim fasilitator ikut mendokumentasikan kegiatan tersebut oleh mas indra. Pelopor pemanfaatan eceng gondok di dusun kauman adalah bu Marsiti, dibantu oleh 12 ibu ibu yang lainnya, kegiatan tersebut mayoritas dilakukan oleh kelompok ibu-ibu, mereka bekerja secara berkelompok masing masing kelompok terdiri dari 3 orang, membuat anyaman tali dari eceng gondok yang sudah dikeringkan. Penjualan anyaman tali eceng gondok harganya per kilogram, 1 kilogram harganya Rp. 4000,-, Pengiriman tali anyaman tali tersebut ke pengepul yang ada di Kawunganten, setiap pengiriman minimal sebanyak 25 Kg. Jadi setiap pengiriman bisa mendapat uang sebesar Rp. 100.000,- Hal ini bisa menambah pendapatan bagi rumah tangga dengan memanfaatkan eceng gondok yang berdasarkan kajian merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir didaerah gunungreja.

Jam 14.00 Wib, dr. Agus dan mas indra bertemu dengan pak lurah lasiman koordinasi tentang rencana kunjungan peer review mitra cordaid dari yogyakarta, yang rencana akan berkunjung pada Tanggal 13 maret 2010.

Jam 14.30 Wib, dr. Agus dan mas indra, berkunjung ke pak kadus dusun




gunungreja yaitu pak Sohil, membicarakan rencana kunjungan tim peer review mitra Cordaid dan kegiatan pembuatan bokashi di wilayah RW 04 desa Gunungreja.

Saturday, May 14, 2011

Catatan dokter Agus tentang DRR (105)

Pada Hari Kamis, Tanggal 4 Maret 2010
Hari ini dr. Agus mengikuti acara “Diskusi Terfokus Inisiasi Pembentukan Forum PRB JATENG” tempat Ruang Pertemuan BAKORWIL 3 Purwokerto, atas undangan dari mas alam wijaya (LPPSLH) mewakili tim Perdhaki unit sidareja yang telah melaksanakan kegiatan pendampingan di masyarakat desa gunungreja dalam program Pengurangan resiko Bencana (PRB).







LATAR BELAKANG:Sebagai tindak lanjut pembentukan Platform Nasional (Planas) Pengurangan Risiko Bencana sesuai amanat Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan komitmen global terhadap Kerangka Aksi Hyogo (Hyogo Frame Works/HFA) 2005-2015, perlu dibentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Provinsi Jawa Tengah sebagai wadah untuk koordinasi, komunikasi, berbagi pengalaman dan berbagi peran yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya dalam bidang pengurangan risiko bencana di Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan UNDP dalam Program Safer Community through Disaster Risk Reduction in Development (SCDRR).
Amanat Undang-Undang No. 24 / 2007 tentang Penanggulangan Bencana bahwa Penanggulangan Bencana (PB) yang meliputi tindakan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana merupakan tanggung jawab bersama dan bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja. Paradigma yang berkembang pada saat ini adalah mencegah bencana lebih baik daripada melakukan tindakan tanggap darurat. Sehingga tindakan atau kegiatan pra bencana perlu mendapat porsi perhatian yang besar.
Disadari bahwa Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten/kota dan lebih dari 20 kabupaten/kota merupakan wilayah rawan bencana sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah selaku Instansi yang bertanggung jawab terhadap Penanggulangan Bencana merasa perlu mempunyai mitra sejajar dari berbagai komponen masyarakat sebagai pendukung sekaligus penyeimbang kegiatan Penanggulangan Bencana khususnya dalam upaya Pengurangan Resiko Bencana.

Catatan dokter Agus tentang DRR (104)

Pada Selasa, Tanggal 2 Maret 2010

    Jam 09.30 wib,di BP Adi Dharma sidareja, dr. agus dan mas indra berkoordinasi untuk wawancara dan pengambilan gambar pemanfaatan eceng gondok oleh warga dusun kauman yang dikelola oleh kelompok ibu-ibu. Eceng gondok berdasarkan hasil Kajian Pedesaan Partisipatif yang telah dilaksanakan merupakan salah satu penyebab terjadinya pendangkalan sungai di wilayah desa Gunungreja sehingga perlu adanya pembersihan dan pemanfaatan eceng gondok tersebut sehingga bisa mengurangi resiko bencana banjir.
   Jam 10.00 Wib, Mas indra melakukan wawancara dan pengambilan gambar dengan ibu-ibu,dipelopori oleh bu Marsiti, warga dusun kauman desa gunungreja yang telah berhasil memanfaatkan eceng gondok untuk dibuat tali yang bisa dijual sebagai bahan untuk kerajinan tangan.





Catatan dokter Agus tentang DRR (103)

Pada Hari Senin, Tanggal 1 Maret 2010

      Jam 14.00 wib, dr. Agus dan mas Indra menuju ke balai desa Gunungreja untuk bertemu dengan pak lurah Lasiman, tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di desa Gunungreja, pak lurah menginformasikan bahwa tim PRB berencana membuat proposal ke balai besar Cintanduy untuk pengerjakaan pengerukan sungai citengah dan rencana pembuatan embung yang bisa menampung air saat terjadi banjir. Surat permohonan tersebut sudah sudah didukung oleh pak Camat sidareja dan kepala DPU Sidareja sebagai penguat data bagi balai besar Citanduy. Tim Fasilitator di beri contoh proposal / surat permohonan ke balai besar Citanduy.

       Jam 14.30 wib, dr. Agus dan mas Indra, melakukan kunjungan ke pak Halimi dan Pak H. Ibrahim yang telah membuat bokashi di pekarangan rumahnya.

Catatan dokter Agus tentang DRR (102)

Pada Hari Senin, Tanggal 15 Februari 2010

Jam 09.00 Wib, Tim PPBS sidareja mengadakan persiapan untuk Baksos di desa Bangunreja Kec. Sidareja
Jam 13.00 Wib, Tim PBBS Sidareja, berangkat ke Balai desa Bangunreja, untuk mengadakan Penyuluhan PHBS dan bantuan kepada para lansia, dan Balita.Warga menyambut dengan antusias dan diterima oleh perangkat desa Bangunreja kec.Kedungreja.






Catatan dokter Agus tentang DRR (101)

Pada Hari Minggu, Tanggal 14 Februari 2010
Banjir masih melanda desa desa gunungreja, jam 08.00 Wib, dr. agus dan dr. anton meninjau lokasi yang tergenang oleh banjir di dusun Kauman.
    Jam 10.30 Wib, di  Sidareja, dr.Anton, dr.Agus, mas indra dan pak Busro( ketua RT Dusun Gunungreja) berkumpul untuk sharing dan membahas kegiatan yang telah dilaksanakan di desa Gunungreja berkaitan dengan kajian pedesaan partisipatif pada hari sabtu kemarin.
   Jam 13.00 Wib, Ada Berita dari pak Alam Wijaya bahwa ketua BPBD Cilacap (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap) akan berkunjung ke wilayah kecamatan Sidareja dan kecamatan Kedungreja yang tertimpa bencana banjir. Desa Gunungreja juga akan menjadi lokasi yang akan dikunjungi dan disurvei oleh tim BPBD Cilacap.
     Jam 13.30 Wib, Tim fasilitator Perdhaki unit Sidareja, Tim Perdhaki Pusat dan Tim LPPSLH berangkat menuju ke balai desa Gunungreja untuk persiapan Kajian Pedesaan Partisipatif (KPP) hari kedua, walaupun terjadi banjir kegiatan tetap dijalankan sesuai dengan planing yang telah dibuat. Tim menunggu sampai jam 15.00 Wib, peserta yang hadir masih sedikit,atas inisiatif dari pak nawa, diundang warga yang ada disekitar balai desa untuk hadir datang ke balai desa mengikuti kegiatan KPP, sharing dan diskusi berkaitan dengan pengurangan resiko bencana di wilayah desa Gunungreja, selain itu juga akan kedatangan tamu dari tim BPBD Cilacap. Jumlah warga yang hadir sebanyak 60 orang, berkumpul di balai desa untuk diskusi dan sharing bersama tim fasilitator dan tim BPBD Cilacap.






Jam 15.30 Wib, Tim dari BPBD Cilacap telah hadir, kegiatan langsung dimulai dengan agenda sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Prakata dari kades Gunungreja (Pak Lurah lasiman)
3. Penjelasan tentang kebencanaan dari Ketua Badan penanggulangan Bencana Daerah Cilacap yaitu Bp. Dangir Mulyadi.
- Kabupaten Cilacap merupakan pelopor untuk pembentukan BPBD di Jawa Tengah yang bertugas mengkoordinasikan dan mengatur penanggulangan bencana yang ada di wilayah kabupaten Cilacap.
- BPBD ada tiga kegiatan yang utama yaitu: 1) Program Pengurangan Resiko Bencana, 2) Program Tanggap Darurat Bencana, dan 3) Program Rekonstruksi- Rehabilatasi pasca bencana.
- Kegiatan PRB ini merupakan tanggung jawab bersama dan saling mendukung antara pihak pemerintah, swasta dan masyarakat
- Wilayah Cilacap barat merupakan daerah yang rawan bencana banjir, dan longsor karena kondisi geografis yang rendah dan adanya daerah perbukitan.
- BPBD juga memiliki 6 desa pendampingan program PRB yang ada di wilayah Cilacap bekerjasama dengan badan WHO yaitu UNDP.
- Tim BPBD merasa senang dan bangga dengan adanya program PRB didesa Gunungreja yang di fasilitasi oleh Perdhaki sehingga bisa menjadi partner yang solid untuk wilayah kabupaten Cilacap.
- BPBD sebagai badan yang baru dibentuk di kabupaten Cilacap memiliki fungsi: 1) Koordinasi, 2) Komando dan 3 ) Tanggap darurat bencana.
- Ucapan terima kasih dari pemerintah kabupaten Cilacap pada kegiatan DRR Project di wilayah desa Gunungreja kecamatan Sidareja, diharapkan desa Gunungreja sebagai desa percontohan Program PRB sehingga daerah lainnya bisa belajar ke desa gunungreja dalam mengurangi resiko bencana banjir yang sering terjadi hampir setiap tahun.

4. Fasilitasi diskusi oleh mas alam Wijaya:antara tim BPBD, Tim Fasilitator dengan warga masyarakat:
- Merasa bangga terhadap kabupaten Cilacap yang telah memiliki BPBD dan pelopor nomer 1 di propinsi Jateng, diharapkan kabupaten lain, misalnya Banyumas bisa meniru Cilacap untuk pembentukan BPBD.
- Masyarakat diajak “gendu-gendu rasa” atau sharing tentang program PRB, kesiap siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, pengenalan wilayah yang menjadi daerah rawan bencana, penyebab terjadinya bencana di wilayah kecamatan Sidareja, dan kerjasama dengan pihak pemegang kebijakan tentang kebencanaan yaitu kecamatan, puskesmas, instansi dinas termasuk dengan BPBD.
Acara pertemuan selesai pada pukul 17.00 Wib, ditutup dengan ramah tamah antara tim fasiliator perdhaki, tim LPPSLH dengan tim BPBD Cilacap.

Catatan dokter Agus tentang DRR (100)

Pada Hari Sabtu, Tanggal 13 Februari 2010

         Hari ini Sidareja mengalami banjir yang meluas di wilayah kecamatan sidareja, termasuk juga di desa Gunungreja terjadi banjir terutama diwilayah dusun kauman, karena hujan deras semalaman di wilayah sidareja.
       Jam 08.00 wib, dr. Agus dan mas indra meninjau ke lokasi desa gunungreja yang mengalami banjir,sekalian mengecek kembali persiapan tempat di balai desa untuk kegiatan KPP bersama warga masyarakat desa gunungreja.
       Jam 10.00 Wib, bertemu dengan dr. Anton dari Jakarta yang hadir di Sidareja untuk mengikuti pertemuan KPP bersama warga desa Gunungreja, tim fasilitator berkumpul dan sharing diSidareja.
Jam 13.00 Wib, Pak Alam Wijaya (LPPSLH) dan pak Nawa (ketua Karang Taruna Kab. Cilacap) datang ke Sidareja untuk memfasilitasi masyarakat desa Gunungreja dalam kegiatan Kajian Pedesaan Partisipatif (KPP)yang akan dilaksanakan di balai desa Gunungreja.







Acara Kajian Pedesaan Partisipatif dimulai dengan:
Pembukaan Kades Gunungreja :
- Senang atas Kedatangan Tim DRR, Tim Perdhaki Sidareja dan tim dari LPPSLH untuk memberikan materi pendampingan kepada masyarakat desa gunungreja dalam pengurangan resiko bencana di desa gunungreja.
- Saat ini sedang terjadi bencana banjir, masyarakat yang diundang banyak yang tidak bisa hadir karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengikuti acara bersama didesa gunungreja, tim PRB sudah memberikan laporan kilat bencana kepada pihak kecamatan dan instansi terkait lainnya.
- Diharapkan dengan jumlah warga yang hadir sebanyak 12 orang ini acara tetap bisa berjalan dengan baik, dilakukan diskusi dan sharing agar bisa membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pengurangan resiko bencana.
Prakata dari Tim Fasilitator Perdhaki Unit sidareja (dr. Agus) :
- Ucapan terima kasih kepada Tim Perdhaki Pusat (dr. Anton), LPPSLH (mas alam Wijaya), Pak Nawa (Ketua Pemuda Karang Taruna Kab. Cilacap), Pak Lurah dan warga desa gunungreja yang telah bersedia hadir untuk mengikuti kajian pedesaan partisipatif walaupun terjadi bencana banjir yang melanda desa gunungreja.
- Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari KPP dimasing-masing RW 01, RW 02, RW 03 dan RW 04 yang telah dilaksanakan pada bulan Januari 2010.
- Dengan kegiatan ini diharapkan warga desa Gunungreja bisa lebih memahami tentang Program pengurangan Resiko Bencana melalui kajian pedesaan Partisipatif yang akan di pandu oleh mas Alam Wijaya.
Prakata dari Tim Perdhaki Pusat (dr. Anton) :
- Senang bisa bertemu langsung dengan warga masyarakat desa gunungreja untuk duduk bersama dan sharing tentang kebencanaan di desa Gunungreja.
- Memberikan motivasi kepada warga desa Gunungreja bahwa program pengurangan resiko bencana merupakan permasalahan yang harus dipikirkan secara bersama-sama dan bentuk kepedulian dari warga desa gunungreja, tim fasilitator yang mendampingi kegiatan yang berkaitan dengan pengurangan resiko bencana.
- Selamat untuk belajar dan sharing dengan tim fasiliator dari purwokerto yang sudah banyak pengalaman dalam memfasilitasi masyarakat tentang kebencanaan.

Kegiatan KPP difasilitasi oleh mas alam Wijaya:
- Memandu masyarakat dalam forum diskusi dan sharing tentang “pentingnya membuat data”.
- Data tersebut dapat memberikan banyak informasi bagi semua pihak yang memerlukan baik bagi pihak luar atau masyarakat itu sendiri, contoh yang berkaitan dengan kebencanaan, data tersebut akan memberikan informasi yang jelas dengan kaitan pemberian bantuan, proses evakuasi warga dsb.
- Data yang ada di masyarakat diperoleh secara partisipatif dengan tujuan supaya banyak warga masyarakat menjadi mengetahui informasi, tempat –tempat penting, daerah rawan bencana dsb.
- Berkaitan dengan data daerah rawan bencana di desa Gunungreja maka informasi data selengkap-lengkapnya yang dilakukan secara partisipatif.
- Data tersebut bisa di gunakan oleh lembaga BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dalam penanggungan bencana banjir di wilayah Gunungreja.
Acara selanjutnya adalah Kajian Pedesaan Partisipatif dengan menjelaskan MPP (Metode Pemetaan Partisipatif).
- Kenapa Metode pemetaan Partisipatif banyak diterapkan baik oleh pihak swasta maupun pemerintah, karena data yang diperoleh berasal dari keikutsertaan warga masyarakat dan informasi yang digali dari bawah (masyarakat)
- Fungsi MPP yaitu: 1) Pengambilan kebijakan, 2) Mengetahui karakteristik wilayah, 3) Membagi / memberikan informasi bagi pihak luar.
- Dari MPP tersebut bisa untuk membuat buku bagi suatu desa yang rawan bencana isinya berupa:
1. Profil sejarah kebencanaan
2. Transek / Peta Desa
3. Kalender Musim
4. Diagram Venn / Kelembagaan
5. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
-Individu
-Tim PRB
-Masyarakat

Dinamika Kelompok warga desa gunungreja yang mengikuti KPP dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:
1. Profil Sejarah Bencana
2. Peta Desa
3. Kalender Musim

Catatan dokter Agus tentang DRR (99)

Pada Hari Jumat, Tanggal 12 Februari 2010

     Jam 09.00 Wib, dr.Agus dan mas Indra mengadakan koordinasi tentang persiapan di desa. Tim fasilitator menuju ke balai desa dengan membawa layar, Flip chart dan foto kegiatan PRB desa Gunungreja untuk dipasang dibalai desa, dengan agenda rencana presentasi pembicara akan menggunakan media LCD dan malam harinya rencana pemutaran Film bencana.

Catatan dokter Agus tentang DRR (98)

Pada hari Kamis, Tanggal 11 Februari 2010

    dr.Agus berkoordinasi dengan mas Alam Wijaya  dari lembaga LPPSLH (PURWOKERTO) via telpon, imel tentang persiapan kegiatan dan pengiriman TOR kegiatan pada bulan februari 2010.
Kajian Pedesaan Partisipatif (KPP) adalah metode yang digunakan untuk memfasilitasi proses identifikasi, persiapan dan pelaksanaan kegiatan berdasarkan kenyataan yang ada di masyarakat serta kriteria-kriteria yang ditentukan oleh anggota masyarakat itu sendiri. KPP memperkenalkan pembangunan yang langgeng dan mandiri dengan menjawab kebutuhan-kebutuhan dalam pengurangan resiko bencana oleh masyarakat yang dilakukan secara partisipatif.
Setelah ada kajian partisipatif di 4 (empat) RW desa Gunungreja yang telah dilaksanakan pada bulan Januari 2010, untuk mendapatkan kajian PDRA Desa Gunungreja, dilakukan PDRA bersama perwakilan dari ke empat RW dengan memakai hasil kajian dan rekomendasi dari masing-masing RW sebagai acuan untuk menghasilkan kajian Desa Gunungreja.
Tujuan Kegiatan Kajian Pedesaan Partisipatif :
a) Menghasilkan kajian PDRA Desa Gunungreja
b) Menghasilan Rencana Aksi Desa


Wednesday, May 11, 2011

Catatan dokter Agus tentang DRR (94)

Pada Hari Sabtu, Tanggal 6 Februari 2010
Jam 09.00 Wib, Tim fasilitator Perdhaki unit Sidareja mendokumentasikan pemanenan trial vertikultur padi yang ditanam di lahan pekarangan rumah dengan menggunakan polibag-polibag, padi yang dipanen berusia 90 hari dan memiliki bulir padi yang banyak. Proses pemanenan dilakukan oleh bp. Halimi, sebagai tokoh percontohan dalam pembuatan vertikultur padi di desa Gunungreja.






Catatan dokter Agus tentang DRR (93)

Pada Hari Selasa, Tanggal 2 Februari 2010
Jam 13.30 Wib, dr.Agus bertemu dengan pak lurah lasiman membicarakan persiapan pertemuan dengan warga untuk Kajian Pedesaan Partisipatif warga desa Gunungreja yang akan dilaksanakan dibalai desa Gunungreja, sebagai tindak lanjut dari kegiatan KPP di masing-masing RW. Rencana akan mengundang mas Alam Wijaya sebagai fasilitator dari LPPSLH Purwokerto dan dr. Anton dari Jakarta.
Pada Hari Kamis, Tanggal 4 Februari 2010
Jam 14.00 Wib, dr. Agus melakukan kunjungan ke rumah Bp. Halimi yang melakukan trial vertikultur penanaman padi dipolibag, usia padi saat ini sudah 90 hari, dan siap dipanen, rencana panen padi pada hari sabtu besok, tim Fasilitator siap mendampingi untuk mendokumentasikan pemanenan padi yang dilakukan di pekarangan rumah Bp. Halimi.
Pada Hari Jumat, Tanggal 5 Februari 2010
Jam 13.00 Wib, dr, Agus bertemu dengan pak lurah lasiman, koordinasi pembuatan undangan ke desa untuk pertemuan KPP didesa Gunungreja yang rencana akan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu tanggal 13 dan 14 Februari 2010 serta pada sabtu malamnya akan dilaksanakan pemutaran film bencana yang akan memberikan inspirasi dan motivasi kepada warga masyarakat untuk peduli kepada lingkungannya dalam program pengurangan resiko bencana.

Catatan dokter Agus tentang DRR (92)

Pada Hari Kamis, Tanggal 28 Januari 2010
Jam 09.00 Wib, dilaksanakan pengobatan Gratis bagi warga desa Gunungreja setelah mengalami pasca banjir yang melanda desa gunungreja,tim kesehatan berasal dari Puskesmas Sidareja, dan Tim DRR ikut mendampingi dalam pengobatan tersebut, jumlah warga yang berobat berdasarkan rekapan data sebanyak 265 pasen.
Jam 13.30 Wib, dilaksanakan MUSRENBANG dan MUSDES SOSIALISASI PNPM MP 2010 DESA GUNUNGREJA KEC. SIDAREJA Yang dihadiri dari pihak kecamatan sidareja, tim Fasilitator PNPM, perangkat desa, ketua RT/RW, Kepala SD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, wakil Perempuan dan Tim Fasilitator DRR Sidareja yang hadir sebanyak 75 peserta.






Tujuan atau hasil yang diharapkan dari pertemuan ini adalah
1. Prioritas kegiatan yang akan dibiayai oleh masyarakat desa (Dana Swadaya).
2. Musyawarah Desa (MUSDES) menyepakati kegiatan yang akan didanai APD pada tahun 2011.
3. Prioritas-prioritas kegiatan yang akan diusulkan ke kecamatan dirumuskan secara bersama selanjutnya diusulkan ke kabupaten, meliputi prasarana pendidikan, prasarana fisik,prasarana kesehatan dan prasarana pertanian.
4. Menyepakati delegasi desa yang akan mengikuti musyawarah di kecamatan Sidareja.
Pada MUSRENBANG ini dengan menggunakan dana swadaya dan Program PNPM diusulkan pembangunan prasarana fisik dan pembangunan drainase, hal ini berkaitan dengan program pengurangan resiko bencana yang sudah dilakukan kajian-kajian kebencanaan warga masyarakat bersama tim fasilitator PRB dan musyawarah desa pencarian gagasan di dusun Kauman serta dusun Gunungreja