SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Friday, February 11, 2011

Catatan dokter Agus tentang DRR (23)

Pada hari Selasa, tanggal 16 Desember 2008
Hari ini Pelatihan Fasilitator hari ke-2, dengan materi: Memfasilitasi PRBOM (1): Metode dan Proses, ada 5 Sesi:
Sesi 7 : - Mengapa memakai KPP dalam PRBOM
             - Kesesuaian prinsip PRA dengan PRBOM
             - Menjadi fasilitator KPP yang baik.
Sesi 8 : Masuk dan membangun kepercayaan masyarakat.
Sesi 9 : Mempertahankan hubungan yang berguna dengan masyarakat.
Sesi 10 : Pengantar Kajian Resiko Bencana Partisipatif
Sesi 11 : - Kajian Ancaman
               - Refleksi dan pembuatan catatan pribadi.






Catatan dokter Agus tentang DRR (22)

Pada hari Senin, tanggal 15 Desember 2008
Hari ini Tim Fasilitator Perdhaki unit sidareja yaitu, dr.Pras,dr.Agus,bu wiwin,sr.editha, dan mas zaenal mengikuti Pelatihan Fasilitator hari ke-1, dengan Materi pelatihan: Konsep, Prinsip dan Praktek dalam PRBOM, ada 6 sesi yaitu:
Sesi 1: - Pembukaan dan Perkenalan
            - Penjernihan motivasi dan Harapan
            - Aturan main, pembagian kelompok tugas harian dan pengantar pelatihan.
Sesi 2 : Mengapa perlu duduk bersama dan berpikir sistematis
Sesi 3 : Peristilahan dasar dalam dunia PRB
Sesi 4 : - Apakah Resiko bencana itu
             - Perbedaan paradigma manajemen bencana dan PRB
Sesi 5 : - PRBOM/PRBBM – Apa dan mengapa
             - Peran organisasi dalam PRBOM
Sesi 6 : - Proses PRBOM








- Refleksi dan pembuatan catatan pribadi.


Catatan dokter Agus tentang DRR (21)

Pada hari Jumat, tanggal 12 Desember 2008
Pada hari ini jam 08.30 wib, dr.agus pak lurah Lasiman mengkoordinasikan draft nama warga dan tokoh masyarakat yang akan diundang sebagai tim inti CMDRR desa , rencananya akan dilatih oleh fasilitator sebagai tim inti CMDRR di desa Gunungreja.
Jam 12.30 Wib, dr. Agus meninjau dusun Gunungreja yang terletak didekat areal pesawahan dan dekat rel kereta api, perjalanan dari balai desa Gunungreja sekitar setengah jam, kondisi jalannya rusak parah, tergenang air hujan dan becek. Jam 13.00 Wib, dr. Agus memberikan pelayanan pengobatan di Posko Banjir, pulang jam 16. 00 Wib.
Rencana ke depan pelayanan pengobatan gratis bagi warga desa Gunungreja terutama yang tidak mampu akan dikirim ke BP Adi Dharma (Perdhaki Unit Sidareja) pada hari kerja jam 08.00-14.00 Wib, Warga yang membutuhkan pengobatan akan mendapat surat rekomendasi dan tanda tangan pak Lurah Lasiman, pelayanan pengobatan ini disesuaikan dengan stok bantuan obat dari Perdhaki Pusat yang tersedia.

Pada hari Minggu, tanggal 14 Desember 2008
Jam 19.00 Wib, dr. Agus, Bu Wiwin, Mas Zaenal, kumpul di BP Adi Dharma untuk siap-siap berangkat ke Jakarta mengikuti Pelatihan PRBOM Fasilitator di Wisma Perdhaki, Rencana pelatihan selama 1 minggu yaitu tanggal 15-20 Desember 2008.
Jam 20.00 Wib, Travel jemputan datang dari Cilacap bersama dengan dr. Pras, kami berangkat di tunggui oleh Pak Lurah Lasiman yang ikut datang mengantarkan Mas Zaenal.


Wednesday, February 9, 2011

Catatan dokter Agus tentang DRR (20)

Pada hari Rabu, tanggal 10 Desember 2008
Pada hari Rabu, dr. Agus berkomunikasi dengan pak Lurah, bahwa 3 hari ini akan di bentuk posko kesehatan yang bertempat tinggal dirumahnya, beliau selalu siap terbuka dan membantu tim CMDRR.
Jam 10.00 Wib, dr. Agus merekap kembali daftar nama obat yang akan dibawa ke desa Gunungreja, karena sudah disepakati selama 3 hari ini mulai hari rabu sampai dengan hari jumat akan dilaksanakan pengobatan gratis mulai dari jam 14.00 s/d 16.00 Wib.
Jam 14.00 Wib, dr. Agus berangkat ke rumah pak lurah, sudah di ketuk pintu rumahnya tetapi tidak ada yang keluar, dr. Agus sudah telpon pak lurah berkali-kali tetapi tidak ada yang mengangkat telpon




.Ternyata pak Lurah Lasiman tidak ada dirumah beserta ibu pergi ke pertemuan kades-kades se-kecamatan Sidareja, di desa Sidamulya.

Pada hari Kamis, tanggal 11 Desember 2008
Jam 14.00 Wib, Pulang BP Adi Dharma Sidareja, dr. Agus dan bu Wiwin menuju rumah pak Lurah Lasiman untuk memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi warga desa Gunungreja yang sedang sakit. Rumah pak Lurah dijadikan sebagai posko banjir, tempat untuk koordinasi dan memberikan informasi jika terjadi banjir di desa Gunungreja. Pelayanan kesehatan selesai jam 16.00 Wib




Catatan dokter Agus tentang DRR (19)

Pada hari Selasa, tanggal 9 Desember 2008
Jam 08.00 Wib, dr. Agus bertemu dengan bu Wiwin di Sekolah SPP Yos Sudarso Sidareja, untuk mengambil Surat Tugas dan Undangan Pelatihan dari Perdhaki Pusat.
Jam 08.15 Wib, dr. Agus bertemu dengan Ir. Y Parsiyan (Kepala Sekolah SPP dan Anggota DPRD Cilacap), memintakan ijin secara resmi agar bu Wiwin, bisa mengikuti pelatihan fasilitator di jakarta tanggal 15-20 Desember 2008. Beliau memberikan informasi bahwa program CMDRR di Gunungreja sudah di ketahui oleh pak Bupati Cilacap, beliau mendorong dan bersedia sebagai penasehat tim CMDRR desa Gunungreja.
Jam 09.00 Wib, dr. Agus ke balai desa dalam rangka menyerahkan surat undangan dan Surat Tugas untuk mas Zaenal Arifin dari Perdhaki Regio Purwokerto, pak lurah Lasiman sedang Rakord di kecamatan, surat diserahkan ke perangkat desa yang ada di desa.
Jam 12.30 Wib, Sidareja hujan deras lagi setelah 1 minggu ini panas, karena sudah janjian dengan pak lurah, dr. Agus tetap pergi ke desa walaupun hujan deras, disana bertemu pak lurah dan cerita hasil Rakord tentang persiapan kunjungan pak Bupati dan program dari pemerintah tentang penanggulangan banjir di Sidareja.
dr. Agus meminta pak Lurah untuk mengadakan rapat koordinasi agar menunjuk orang-orang didesa yang akan dijadikan tim CMDRR melibatkan semua elemen dari masyarakat dari PKK, Perwakilan RT, Kadus, Tokoh Agama, Linmas, Karang Taruna, dan perangkat desa yang rencananya akan dilatih oleh fasilitator setelah pulang pelatihan dari Jakarta.
Jam 14.00 Wib, dr. Agus bertemu pak camat Ahmad Arifin, menyampaikan kegiatan yang sudah dilakukan selama ada bencana banjir di desa Gunungreja dan rencana program pelatihan tim CMDRR di desa Gunungreja.










Catatan dokter Agus tentang DRR (18)

KEGIATAN DRR BULAN DESEMBER 2008

Pada hari Rabu,tanggal 3 Desember 2008
Jam 08.30 wib, dr. Agus pergi ke Balai Desa Gunungreja, bertemu dengan pak lurah Lasiman, mengkonfirmasi ulang dan membuat surat tugas untuk mas Zaenal Arifin sebagai perwakilan dari Karang Taruna desa Gunungreja yang akan mengikuti pelatihan, kepastian nomer Surat Tugas menunggu surat penugasan dari koordinator CMDRR Perdhaki Regio Purwokerto yaitu dr. Prastowo.Di Koran Suara Merdeka sms komentar tentang pak lurah Lasiman dimuat pada hari ini.
Semua kegiatan di desa Gunungreja bulan November 2008 sudah terdokumentasikan sebagai data pelaporan jika suatu saat dibutuhkan.

Pada hari Jumat, 5 Desember 2008
dr. Agus diundang oleh Rm. Budi untuk mengikuti pelatihan tentang “Pengarusutamaan Pengurangan Resiko Bencana” di Hening Griya Baturraden.
Jam 06.00 Wib, berangkat dari Rumah menuju ke Purwokerto untuk bertemu dengan Mas Alam Wijaya di kantornya yaitu LSM LPPSLH ( Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup), beliau salah satu pembicara dalam sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana di Sidareja, disana Sharing dengan pak Alam tentang cara pendampingan dalam masyarakat, salah satu program kegiatannya ada program ASA di Baturraden yaitu ‘Aksi Stop Aids’, kerjasama dengan FHI.
Jam 17. 00 Wib, Acara di Hening Griya Baturraden dimulai dengan pemberi materi yaitu Mas Robert dam Mas Ary dari CARINA Jakarta, beliau juga yang akan memberikan materi Pelatihan bagi team CMDRR Perdhaki Pusat. Materi tentang “ Kajian Mandiri Kinerja Institusi Bidang Pengurangan Resiko Bencana”. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 5-6 Desember 2008.

jam 11.30 Wib,Pak Lurah Lasiman datang ke Balai Pengobatan Adi Dharma (Perdhaki Unit Sidareja) menyerahkan Daftar Nama Penerima Bantuan tim PSE berupa sembako dan Selimut, obat-obatan dari Perdhaki Pusat selama terjadi banjir.
Suratnya Nomor 440/152/XII/2008, Perihal Pengiriman Daftar Nama Penerima Bantuan.
Isinya: Bersama ini kami kirimkan dengan hormat, Daftar Nama Penduduk Desa Gunungreja Kecamatan Sidareja yang menerima bantuan berupa : Beras, Mie Instan, Selimut dan obat-obatan yang telah kami terima bantuan dari DISASTER RISK REDUCTION (DRR) PERDHAKI PURWOKERTO.
Bahan makanan dan selimut telah kami salurkan kepada warga desa Gunungreja kecamatan Sidareja, yang sangat membutuhkan karena terkena bencana alam (Banjir), sedangkan obat-obatan masih ada sebagian di Posko Banjir.
Kemudian atas segala perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.
Dari daftar nama penerima bantuan setelah di cek kembali total penerima sebanyak 499 KK





Catatan dokter Agus tentang DRR (17)

Pada hari Kamis, tanggal 27 November 2008
Pada pagi hari Rm. Ngarlan dan Rm. Manto survey ke balai desa dan bertemu pak lurah Lasiman di desa Gunungreja.
Jam 14.30 Wib, Rm. Ngarlan, Rm. Manto, Sr. Editha, dr. Agus, Bu Wiwin, sdr. Leo, dan dari Mudika menyerahkan bantuan lagi ke desa Gunungreja berupa beras 3 Kwintal dan Mie 30 Dos, diterima oleh pak Lurah dan perangkat desa Gunungreja.Perangkat desa begitu senang atas bantuan yang telah diberikan sebagai bentu kepedulian terhadap sesama.Mereka siap mendistribusikan bantuan kepada warga yang sedang mengalami musibah / bencana banjir yang melanda desa gunungreja.

Pada hari Jumat, tanggal 28 November 2008
Jam 11.30 Wib, Rm Budi dari Kroya datang ke Sidareja untuk koordinasi dan pembahasan pembentukan Posko Banjir untuk daerah Sidareja, dihadiri oleh Rm. Manto, Rm. Ngarlan, sr. Editha, sr. Ambros, dr. Agus, Bu Wiwin, Bu Rini, Bp. Tyo. Posko yang dibentuk yaitu Posko Peduli Bencana Sidareja, yang akan siap dan peduli membantu sesama jika ada yang mengalami musibah / bencana.
Rapat selesai jam 15. 00 Wib.Semoga makin banyal LSM, lembaga Pemerintah, dan masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi dalam membantu sesama.
Jam 15.30 Wib, dr. Agus dan bu Wiwin langsung ke rumah pak Lurah untuk konfirmasi perwakilan dari desa Gunungreja yang ditunjuk mengikuti pelatihan di Jakarta tanggal 15 – 20 bulan Desember 2008.

Catatan dokter Agus tentang DRR (16)

Pada Hari Selasa, Tanggal 25 November 2008

Hampir satu minggu ini hujan deras terus mengguyur Sidareja, Gunungreja yang merupakan daerah paling rendah di Sidareja mengalami kebajiran lagi, dan kali ini merupakan banjir yang terjadi lebih besar dari minggu sebelumnya, jika hujan terus tetap turun potensi untuk banjir terbesar selama bulan November 2008.

Jam 10.00 Wib, dr, Agus dan Sr. Editha survey ke desa Gunungreja dan pak lurah Lasiman memohon bantuan sembako untuk warga desanya yang terkena banjir, Pak lurah menjelaskan banyak tentang kronologi penyebab banjir di desa Gunungreja sehingga ketika ada hujan deras yang mengguyur secara terus-menerus maka akan menyebabkan banjir didesanya, Beliau sudah mengirimkan laporan kilat bencana ke kecamatan tetapi bantuan sembako belum datang juga.
Pulang dari Desa Gunungreja jam 11.40 Wib dr. Agus, Sr. Editha dan Sr. Ambrosia berkoordinasi untuk mencari bantuan sembako dengan mengirimkan imel ke PSE Purwokerto.
Isi imel yang dikirimkan:
PERMOHONAN BANTUAN EMERGENCY
Saya dr. Agus Susanto (BP Adi Dharma Sidareja) bersama Sr. Editha kami hari ini melakukan survey di desa Gunungreja sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, desa Gunungreja kecamatan Sidareja mengalami banjir setinggi kurang lebih 75 cm, sudah masuk ke perumahan warga, berdasarkan keterangan dari pak lurah Gunungreja (Bp. Lasiman) jumlah KK yang tergenang banjir sekitar 500 KK meliputi daerah 4 RT. Pada tanggal 16 November 2008, kami sudah melakukan pengobatan gratis bekerjasama dengan yayasan Paramitha Cilacap dan Perdhaki Pusat, dengan total kunjungan 467 Pasen. Saat ini warga membutuhkan bantuan sembako berupa mie dan beras. Atas perhatian dan kepeduliannya kami haturkan terima kasih.

Dari pihak PS mendapat balasan imel sekitar jam 13.06 Wib, yang isinya:
Dr. Agus, terima kasih beritanya, kami turut prihatin atas bencana ini, untuk bantuan sedang kami koordinasikan karena Rm. Teguh pimpinan kami sedang berada diluarkota, secepatnya akan kami tindak lanjuti.





Pada hari Rabu, Tanggal 26 November 2008
Rm Budi mengirimkan imel pukul 00:14 Wib, yang ditujukan kepada Rm. Sigit dan mas Ari.
Isinya: Kepada Yth. Rm. Sigit dan Mas Ary
Tadi sore kami mengadakan koordinasi dengan Rm. Manto , pak Lasiman ( Kep.desa Gunungreja) dan Sr. Editha hasil koordinasi saya laporkan kepada mas Ari.

Jam 06.00 Wib, Sr. Editha kirim sms yang isinya mau menyerahkan bantuan ke Gunungreja sekitar jam 08.00 Wib. Saat itu hujan sedang deras-derasnya, dr. Agus berangkat jam 07.00 Wib, dijalan raya ada tempat yang terkena banjir sudah setinggi lutut orang dewasa sehingga mengendarai motor agak susah karena terhalang banjir.

Jam 08.30 Wib, Hujan masih mengguyur Sidareja, mobil jemputan sudah datang dr. Agus, Sr. Editha, Sr. Ambrosia, Rm Manto rencana mau berangkat ke Gunungreja, terlebih dahulu mampir ke toko mencari sembako Mie sebanyak 10 Dos.
Di Balai desa diterima oleh pak lurah Lasiman , secara simbolis menyerahkan bantuan Mie 10 Dos, Selimut 20 buah (dari Perdhaki Pusat) dan penyerahan obat yang rencananya akan digunakan sebagai posko pengobatan di lurah pak lurah jika ada warga desa Gunungreja yang sakit.

Jam 10.30 Tim PSE dari Purwokerto yaitu Bp. Sulis dan Bu Sisil datang ke BP Adi Dharma, Rencana akan menambah bantuan berupa Beras 2 Kwintal dan Mie 20 Dos, sekitar jam 11.00 Wib Rm. Manto ,dr. Agus, Sr. Editha, dan tim PSE bersama-sama menyerahkan bantuan ke Gunungreja, diterima oleh pak Lurah Lasiman.






Catatan dokter Agus tentang DRR (15)

Pada hari Senin, Tanggal 17 November 2008

Jam 09.30 Wib, dr. Agus pergi ke balai desa bertemu dengan pak lurah Lasiman, untuk konfirmasi jumlah warga yang mengikuti pengobatan gratis dan mendapatkan laporan pelaksanaan kegiatan baksos dari desa. Berdasarkan Surat dari desa Gunungreja Nomer 440/143/XI/2008 tanggal 17 November 2008, Perihal laporan Hasil Pengobatan Gratis.
Isi laporan:
Bersama ini kami kirimkan dengan hormat, Laporan hasil pelaksanaan Bakti Sosial pengobatan gratis desa Gunungreja kecamatan Sidareja, yang bekerjasama dengan tim Disaster Risk Reduction (DRR) Perdhaki Regio Purwokerto Unit Sidareja (BP. Adi Dharma Sidareja) dengan YKS. Paramita Cilacap. Yang telah dilaksanakan pada:
Hari : Minggu
Tanggal : 16 November 2008
Waktu : Pukul 09.00 Wib s/d pukul 15.30 Wib
Tempat : di balai desa Gunungreja kecamatan Sidareja
Keperluan : Pengobatan Gratis dari usia Balita s/d Uisa lanjut
Keterangan : - Yang dihadiri untuk pengobatan sejumlah 467 orang pasen
- Jumlah tim dari YKS. Paramita dan Adi Dharma Sidareja sejumlah 48 Orang

Pada hari Rabu, Tanggal 18 November 2008

Jam 08.00 Wib, dr. Agus Survey ke desa Gunungreja, banjir terjadi kembali di dusun Kauman tetapi tidak sebesar banjir tanggal 8 November kemarin, Air hanya menggenang didepan halaman belum sampai masuk rumah, banjir terjadi selama 2 hari berturut-turut.
dr. Agus koordinasi dengan pak lurah Lasiman untuk mencari perwakilan yang bisa dikirim ke jakarta untuk mengikuti pelatihan DRR yang diselenggarakan oleh Perdhaki Pusat, di utamakan dari pemuda (Karangtaruna), yang memiliki jiwa sosial tinggi dan memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan ke masyarakat



Monday, February 7, 2011

Catatan dokter Agus tentang DRR (14)

Pada Hari Sabtu, Tanggal 15 November 2008
Jam 10.00 Wib, Bertemu dengan pak lurah Lasiman dibalai desa, membahas persiapan tempat dan koordinasi dengan perangkat desa RT/RW tentang pemberian informasi kepada seluruh warga untuk pengobatan gratis pada hari Minggu besok.

Jam 14.00 Wib, setelah pulang dari pelayanan di BP Adi Dharma Sidareja, walaupun hujan mengguyur dr. Agus, Sr. Ambrosia, dan bu Wiwin tetap berangkat ke balai desa untuk menata tempat dan mempersiapkan meja sesuai dengan denah tempat yang sudah ditentukan, yaitu bagian Pendaftaran, Tensi, Penimbangan, Pemeriksaan Pasien, Apotek dan Penyerahan Obat.

Pada Hari Minggu, Tanggal 16 November 2008

Jam 06.00 Wib, Pak Marino pasang spanduk di balai desa Gunungreja yang isinya:
“Pengobatan Gratis Desa Gunungreja Perdhaki Unit Sidareja (BP Adi Dharma) bekerjasama dengan yayasan Paramitha Cilacap”
Minggu, 16 November 2008


Pengobatan dimulai jam 09.00, didahului dengan sambutan dari pak lurah Gunungreja sebagai tuan rumah sebagai tempat penyelengaraan pengobatan gratis, Team pelayanan kesehatan berasal dari pihak yayasan Paramitha Cilacap yang dikoordinasi oleh Bu Andreas dengan membawa personel sekitar 20 orang, dari Perdhaki Regio Purwokerto,sebagai koordinator dr. Prastowo, di bantu oleh mbak Widya (Apoteker) dan tim perawat RS Santa Maria Cilacap, dari Perdhaki unit Sidareja (Balai Pengobatan Adi Dharma) yang mengkoordinasikan adalah dr. Agus, Sr. Ambrosia , Sr. Editha, Bp. Ir. Y Parsian,  dan bantuan pihak PSE.

Pengobatan dihadiri pasien sebanyak 467 orang dari semua 2 dusun di desa Gunungreja, terdiri atas anak balita hingga lansia. Acara pelayanan pengobatan gratis berjalan lancar dan pengobatan selesai jam 15.30 Wib.
TERIMA KASIH PADA SEMUA PIHAK SEHINGGA ACARA PENGOBATAN GRATIS BISA BERJALAN DENGAN LANCAR..








Catatan dokter Agus tentang DRR (13)

Pada hari Kamis, tanggal 13 November 2008

Jam 09.30 Wib, dr. Agus mengantarkan surat pemberitahuan pengobatan gratis di Gunungreja kepada PUSKESMAS di terima oleh bu Tatik karena kepala Puskesmas yaitu dr. Eva sedang ada rapat. Setelah dari Puskesmas langsung ke POLSEK Sidareja dan bisa bertemu langsung dengan pak Kapolsek Sidareja yaitu pak Jiman.

Jam 14.30 di Aula Chevalier dilaksanakan rapat pembubaran panitia Sosialisasi DRR di kecamatan Sidareja yang dilaksanakan pada bulan September kemarin. Jumlah panitia yang hadir sebanyak 18 Orang, dihadiri oleh dr. Prastowo selaku koordinator Perdhaki Regio Purwokerto, Bu yuli dan sr. Ana Maria meminta maaf tidak bisa hadir karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggal.
Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Laporan / Presentasi Kegiatan Sosialisasi TOT-DRR yang telah terlaksana
3. Dan Rencana tindak lanjut CMDRR di Sidareja oleh Ketua Panitia
4. Kesan dan Pesan
5. Evaluasi Kegiatan TOT-DRR
6. Lain-Lain
7. Pembubaran Panitia


URAIAN:
1. Pembukaan
2. Laporan / Presentasi Kegiatan Sosialisai TOT-DRR yang terlaksana dan Rencana tindak lanjut CMDRR di Sidareja oleh Ketua Panitia (dr. Agus Susanto)
- Ketua Panitia mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik dari semua panitia sehingga kegiatan TOT-DRR dapat terlaksana dan berjalan lancar.
- Penjelasan tentang peserta, materi dan jalannya kegiatan selama 2 hari (lihat Filenya dr.Agus yang dipresentasikan). Sebagai catatan : Desa Karanggedang yang tidak mengirimkan peserta TOT-DRR karena kemungkinan kesulitan transportasi.
- Rencana pendampingan terhadap Desa Gunungreja sebagai desa terpilih untuk fokus CMDRR dan nantinya perlu ada Training lanjutan bagi tokoh/aparat desa untuk penanganan DRR di desa tersebut. Dasarnya adalah Surat Rekomendasi Kegiatan dari kecamatan, Nomer 360/450/X/2008 tentang Rekomendasi untuk memilih/menunjuk Desa Gunungreja sebagai desa percontohan Program DRR dikecamatan sidareja, hal ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan TOT-DRR yang telah dilaksanakan oleh Perdhaki Regio Purwokerto unit sidareja pada tanggal 19 dan 21 September 2008 di Pendopo Kecamatan Sidareja.
- Staf managemen rencananya akan mengikuti Training / pelatihan di Jakarta pada bulan Desember 2008 selama 5 hari. Untuk itu dipersiapkan mulai sekarang yang akan dikirim.
Traning di Jakarta akan diikuti oleh 4 daerah yaitu : Ruteng, Menado, Bengkulu dan Sidareja.

3. Kesan dan Pesan oleh Koordinator DRR Regio Purwokerto (dr.Prastowo)
- Profisiat untuk panitia TOT-DRR Unit Sidareja dan terima kasih atas kerjasama yang baik dan kompak.
- TOT-DRR yang telah dilaksanakan merupakan langkah awal kita untuk melaksanakan program CMDRR.
- Untuk kegiatan selanjutanya perlu koordinasi terus dengan Perdhaki pusat (dr.Agus selaku Project Administrator) agar jelas rencana programnya dan kita dapat melaksanakan program tersebut di lapangan dengan baik.
- Pengurus DRR Project yang sudah terbentuk agar dapat melaksanakan tugasnya sesuai Job Descriptionnya.

Break sebentar : Makan pecel bersama.

4. Evaluasi Kegiatan

(1) Bp. Parsiyan (selaku Wakil Ketua Panitia)
- Kegiatan TOT-DRR di Sidareja berdampak positif terhadap pemerintah daerah terutama tentang plot anggaran penanganan bencana di Cilacap sebesar 3,5 M untuk anggaran 2009.
- Desa Gunungreja termasuk desa yang dipatok untuk ditangani serius oleh pemerintah daerah.
- Pemerintah Daerah saat ini akan ambil bagian dalam penanganan DRR dan diprogramkan dalam APBD.
- DRR Project di Sidareja ini juga menyentuh perhatian Bupati Cilacap.
- Rencana untuk desa Gunungreja perlu diperkenalkan usaha rakyat Vertikultura dengan
menggunakan polybag untuk membantu mengatasi kekurangan sayur-mayur pada saat banjir.
- Kesan saya pribadi, pelaksanaan TOT-DRR sangat baik dan Pak Lurah Gunungreja terlihat sangat antusias dalam menangani desanya.

(2) Bp. AS.Benyamin (Sie Humas)
- Saya pribadi mohon maaf pada hari ke-2 tidak dapat mengikuti acara karena ada tugas gereja ke Hening Griya Baturaden, Purwokerto.
- Pelaksanaan acara TOT yang lalu dilaksanakan pada saat bulan puasa sehingga kegiatannya kurang total. Mungkin lain waktu hal ini harus dipertimbangkan.
- Kegiatan DRR tidak berhenti di sini, untuk itu perlu kerjasama yang terus menerus antar pengurus Project.
- Menurut saya, untuk Team DRR perlu adannya SK Pengurus dan Kartu Tanda Anggota, agar dalam melaksanaka tugas di lapangan tidak mengalami benturan dengan pihak-pihak terkait.
- Bu Rini Pambudi (Sie Humas membantu Sie Konsumsi)
- Untuk urusan makanan/konsumsi pada saat kegiatan hari ke-2 kurang 7 dos karena pada waktu itu ada pegawai kecamatan ada yang dating dan beberapa orang beserta keluarganya sehingga oleh panitia diberi jatah (tak masalah).

(3) Sr. Amanda (Sie Dekorasi)
- Maaf tidak dapat membantu secara total..
- Usul untuk lain waktu, personil Sie Dekorasi dan tempat perlu ditambah terutama laki-laki.

(4) Sr. Editha
- Mengucapkan terima kasih kepada para panitia yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara TOT-DRR ini, semoga apa yang kita lakukan akan bermanfaat bagi masyarakat kita.
- Menanggapi usul Pak Beny tentang SK dan Tanda Anggota akan dibicarakan dengan Perdhaki Pusat.
- Setelah panitia TOT-DRR dibubarkan bukan berarti selesai tapi kita semua harus siap menerima tugas lain yang berkaitan dengan CMDRR ini.

Acara pembubaran panitia selesai pukul 16.30 Wib, dilanjutkan rapat koordinasi dengan team inti program DRR yaitu dr. Prastowo, dr. Agus,Sr. Editha, bu Wiwin dan bu Goreti. Dr. Agus pulang jam 19.00, hujan deras mengguyur sidareja karena mantel tembus sampai rumah menggigil kedinginan.

Sunday, February 6, 2011

Catatan dokter Agus tentang DRR (12)

Pada Hari Selasa, tanggal 11 November 2008

Di Balai Pengobatan Adi Dharma ada program rutin 3 bulanan Donor Darah, diperoleh informasi dari sr. Ambrosia bahwa Yayasan Paramitha Cilacap bersedia memberikan bantuan pelayanan pengobatan gratis di desa Gunungreja setelah mendapat laporan langsung dari sr. Ambrosia kepada bu Andreas di Cilacap. Rencana pelaksanaan hari Minggu tanggal 16 November 2008 dibalai desa Gunungreja.

Jam 10.00 Wib, Rapat koordinasi sr. Ambrosia, dr. Agus dan bu Wiwin untuk membuat Surat pemberitahuan kepada pak lurah Lasiman tentang rencana pengobatan gratis di desa Gunungreja.
Jam 11.00 Wib, Koordinasi dengan Bu Irene untuk pengiriman bantuan obat-obatan dengan cara mencari travel Rejeki yang bisa digunakan untuk pengiriman obat-obatan dari Perdhaki Pusat Jakarta.
Jam 14.00 Wib, setelah pulang kerja dari BP Adi Dharma Sidareja, dr. Agus bertemu dengan pak lurah Lasiman di rumahnya untuk memberitahu secara lisan tentang pengobatan gratis di Gunungreja, Surat tertulis dari Perdhaki unit Sidareja menyusul hari Rabu pagi langsung dibawa ke desa.

Pada Hari Rabu, Tanggal 12 November 2008
Jam 06.00 Wib, Bantuan obat dari Perdhaki Pusat sudah tiba di BP Adi Dharma Sidareja sebanyak 5 Coli, setelah dilakukan pengecekan, tanda tangan dan stempel surat tanda terima, 1 blangko dikirimkan kembali ke Jakarta sebagai bukti telah diterima dengan baik.
Jam 09.00 Wib dr. Agus pergi ke Desa Gunungreja untuk menyampaikan pemberitahuan secara tertulis yang sudah diketik oleh bu Wiwin yang isinya:
Berdasarkan surat dari kepala desa Gunungreja nomor : 362/137/XI/2008 tertanggal 10 November 2008, Perihal Laporan Dampak Bencana Alam ( Banjir) dan memperhatikan dampak banjir di Gunungreja dari hasil survey team, maka DRR Project Perdhaki Regio Purwokerto Unit Sidareja yang bekerjasama dengan yayasan Paramitha Cilacap akan mengadakan pengobatan massal gratis untuk masyarakat desa di Gunungreja, Kegiatan ini rencana akan dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal : Minggu, 16 November 2008
Waktu : Pukul 09.30 s/d selesai
Tempat : Di balai desa Gunungreja
Demikian pemberitahuan kami agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat di desa Gunungreja. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Jam 11.00 Wib, Kordinasi dengan pak Marino untuk membuat spanduk pengobatan gratis di Gunungreja.




Catatan dokter Agus tentang DRR (11)

Pada hari Senin,Tanggal 10 November 2008

Jam 09.00 Wib, dr. Agus, Sr. Editha, Sr. Amanda dan sdr. Leo, menghadap ke pak Camat Sidareja yaitu Bp Achmad Arifin, menyampaikan program DRR di Gunungreja dan koordinasi tentang banjir yang melanda di dusun Kauman desa Gunungreja. Dari kecamatan langsung ke balai desa bertemu dengan pak lurah Lasiman untuk melakukan koordinasi dan mencari data korban bencana banjir. Dan pada akhirnya dikeluarkan permohonan bantuan Obat-obatan dari desa Gunungreja kepada PERDHAKI Pusat yaitu:
Surat Kepala Desa Gunungreja Nomor : 362/ 137/XI/2008 tertanggal 10 November 2008, Perihal Laporan Dampak Bencana Alam ( Banjir ) di Desa Gunungreja.
Isi laporannya adalah:
Bersama ini kami kirimkan dengan hormat Laporan dampak Bencana alam ( banjir) yang terjadi didesa Gunungreja Kecamatan Sidareja kabupaten Cilacap tepatnya di dusun Kauman dan sebagian Dusun Gunungreja pada hari sabtu tanggal 8 november 2008.
Banjir tersebut sejak hari jumat sore tanggal 7 November 2008, dikarenakan hujan deras terus-menerus sehingga sungai tidak dapat menampung volume air (limpas) dan pada akhirnya menggenang dan genangan air semakin lama semakin meluas , tinggi permukaan air sekitar 60 cm dan belum ada tanda-tanda akan surut. Bantuan yang diharapkan yaitu Bahan makanan dan obat- obatan.

Daftar Korban Dampak Banjir yang terjadi di desa Gunungreja
1. Jumlah Rumah terkena banjir : 509 Rumah
2. Jumlah Kepala Keluarga terkena banjir : 621 KK
3. Jumlah jiwa terkena banjir : 2.167 Jiwa


Catatan dokter Agus tentang DRR (10)


Pada Hari Sabtu,Tanggal 8 November 2008

Jam 09.00 Wib, Ada berita bahwa desa Gunungreja mengalami banjir yang meluas terutama di dusun Kauman yang merupakan wilayah rawan banjir, Korban bencana berdasarkan survei pak Lasiman semalam sekitar 500 KK.

Jam 10.00 Wib, dr. Agus, Pak Lurah Lasiman, dan Pak Kadus Kauman yaitu Pak Ahmad Fauzan, melakukan survey di dusun Kauman dalam rangka meninjau dan mendokumentasikan daerah yang menjadi korban banjir, dari hasil pemantauan banjir yang terjadi kurang lebih setinggi 75 cm, dan banjir sudah ada yang masuk ke perumahan warga dusun Kauman. Perjalanan survey dilakukan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 2,5 jam, di Balai desa Gunungreja tim Survey mengadakan rapat koordinasi yang akhirnya dikeluarkan laporan kilat bencana banjir desa Gunungreja untuk pak Camat Sidareja.
Isi Laporan kilat Desa Gununreja No. 362/ / XI / 2008:
Bersama ini kami kirimkan dengan hormat Laporan Kilat Bencana Alam ( Banjir) yang terjadi di desa Gunungreja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap tepatnya di dusun Kauman dan sebagian di dusun Gunungreja pada hari ini sabtu tanggal 8 November Tahun 2008.
Banjir tersebut sejak hari jumat sore tanggal 7 November 2008, dikarenakan hujan terus-menerus sehingga sungai tidak dapat menampung volume air (limpas) dan pada akhirnya menggenang dan genangan air semakin lama semakin meluas dan belum ada tanda-tanda akan surut.
Taksiran Kerusakan: Jembatan yang rusak 1 buah, Rumah yang tergenang 557 Rumah,
Tanah pertanian yang tergenang: Sawah 3,5 Ha, Tegalan 1 Ha, Pekarangan 8 Ha.
Taksiran Kerugian seluruhnya sekitar Rp. 7.500.000,-
Langkah yang yang diambil : dianjurkan kepada penduduk yang belum mengungsi supaya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Bantuan yang diharapkan : Bahan makanan dan obat-obatan.
Kesimpulan : Penduduk dianjurkan siap siaga dan selalu waspada bila perlu mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Jalan yang tergenang:

1. Jalan Kauman Selatan sepanjang 500 M, tinggi air sekitar 25 – 50 cm
2. Jalan Kauman Utara sepanjang 650 M, tinggi air sekitar 20-45 cm
3. Jalan Kelapa Sawit sepanjang 200 M, tinggi air sekitar 20 – 40 cm
4. Jalan Slamet Riyadi sepanjang 150 M, tinggi air sekitar 20-30 cm
5. J




alan H. Yasin sepanjang 100 M, tinggi air sekitar 10-30 cm

Pada hari yang sama yaitu sore harinya, jam 14.00, dr. Agus, Sr. Ambrosia, dan bu Wiwin melakukan survey dan peninjauan kembali ke lokasi banjir, karena hujan deras mengguyur akhirnya kami berteduh, silaturahmi dan koordinasi di rumah pak lurah Lasiman.

Catatan dokter Agus tentang DRR (9)

KEGIATAN PADA BULAN NOVEMBER 2008
Dengan adanya rekomendasi tersebut, Tim Perdhaki Unit Sidareja mulai masuk ke desa Gunungreja untuk pendampingan kegiatan DRR bagi masyarakat desa Gunungreja, perkenalan dimulai dari aparat pemerintahan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan elemen yang ada dimasyarakat.

Kamis, 6 November 2008
Jam 15.00 Wib, Di Sidareja,dr. Agus, Sr. Editha, Bu Wiwin (M.Setyaningsih) Mengadakan rapat intern Tim DRR, membahas tentang pelatihan yang diwakili oleh dr. Agus ( Perdhaki Unit Sidareja), pelatihan dilaksanakan di Hotel Puri Artha Yogyakarta, tanggal 27 – 29 Oktober 2008, selain itu juga membahas hasil pertemuan Sr. Editha dengan bu Irene di Jakarta pada tanggal 4 November 2008 (Perdhaki Pusat), pertemuan selesai jam 17.00 Wib.
pulang akhirnya jam 17.30 sore sampe rumah, sudah ditunggu pasien ditempat praktekan.maaf yach telatt..jadi menunggu.

Catatan dokter Agus tentang DRR (8)

KEGIATAN PADA BULAN OKTOBER 2008
Berdasarkan hasil kajian dan kesepakatan pertemuan sosialisasi DRR se-kecamatan Sidareja,ditunjuklah desa gunungreja sebagai desa percontohan program DRR yang didampingi oleh tim fasilitator Perdhaki unit Sidareja, dari pihak pemerintahan kecamatan juga telah mendukung, hal ini dengan dikeluarkannya surat rekomendasi Camat Sidareja:
Pada tanggal 11 oktober 2008, SURAT REKOMENDASI KEGIATAN NOMOR:360/450/X/2008, PERIHAL: Untuk menunjuk/memilih desa Gunungreja, sebagai desa percontohan program DRR (Disaster Risk Reduction) di kecamatan Sidareja, hal ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan TOT-DRR yang telah dilaksanakan oleh Perdhaki Regio purwokerto unit Sidareja pada tanggal 19 dan 21 Desember 2008 di pendopo kecamatan Sidareja.

Pada tanggal 18 Oktober 2008, desa Gunungreja dimuat di Suara Merdeka dengan judul: Desa Gunungreja jadi Percontohan.
“Desa Gunungreja ditetapkan sebagai desa percontohan penanganan korban bencana banjir dikecamatan Sidareja. Hal itu disebabkan masyarakat didesa itu dinilai paling sigap. Hal ini terlihat saat digelarnya training for trainer (TOT) di sidareja, belum lama ini. Meskipun lokasinya paling rendah dan hampir selalu langganan banjir, namun dalam TOT yang lalu, desa ini menunjukan kesigapan dalam menangani bencana ,kata Camat sidareja Bp. Ach.Arifin SR,SH,MM, Kegiatan itu digelar sebagai latihan penanggulangan bencana banjir

kepada elemen masyarakat dan pemerintahan.
Dari hasil latihan itu, kata dia, pemerintah kemudian menindaklanjuti dengan menjadikan desa tersebut sebagai percontohan. Harapannya, masyarakat dapat menangani bencana banjir sesuai standar TOT”

Catatan dokter Agus tentang DRR (7)

PADA hari Minggu TANGGAL 21 SEPTEMBER 2008

Kegiatan sepenuhnya di pandu oleh pak alam wijaya dengan mengadakan kajian dan diskusi kepada peserta sosialisasi yaitu dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan kajian:

1.Sejarah kebencanaan yang ada di wilayah Kecamatan Sidareja.
2.Membuat Peta Bencana (Pak Lasiman memaparkan tentang peta bencana di sidareja/desa Gunungreja).
3.Peta Kelembagaan yang ada di Desa.

KESAN DAN PESAN PESERTA 


Wakil Peserta dari Gunungreja (Bp. Lasiman,Lurah desa Gunungreja)
Sangat senang mengikuti kegiatan TOT-DRR di Pendopo Kecamatan Sidareja. Kegiatan ini sangat cocok dilaksanakan di Sidareja karena disini sering terjadi bencana banjir. Tetapi waktu kegiatan terlalu singkat sedangkan masih banyak hal yang ingin ditanyakan. Untuk itu diharapkan kegiatan seperti ini tidak hanya dila




ksanakan kali ini saja tetapi ada kegiatan lanjutan.
Mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak terkait sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di kecamatan Sidareja. Untuk itu perlu pendampingan secara rutin agar program DRR ini dapat berjalan dengan baik.

Catatan dokter Agus tentang DRR (6)

URAIAN PELAKSANAAN HARI KE-1 (19 SEPTEMBER 2008) lanjutan....

Sambutan Camat Sidareja
1.Salut kepada panitia terutama ketuanya yang bertanggung jawab penuh dalam mempersiapkan acara pada hari ini.
2.Pentingnya acara ini karena Kecamatan Sidareja termasuk daerah rawan bencana, bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor. Seperti kita ketahui bahwa di Sidareja telah dibangun Hotel Paradise yang mengangkat nama Sidareja tetapi sebagai akibatnya Sidareja kehilangan daerah penampungan air sementara apabila terjadi banjir.
3.TOT sangat efektif karena membantu peran pemerintah dalam pengurangan resiko bencana sehingga apabila terjadi bencana dapat lebih cepat tertanggulangi dengan adanya tenaga-tenaga yang telah dipersiapkan melalui TOT.
4.Pemerintahan setempat berterima kasih kepada Perdhaki selaku sponsor tunggal dalam pelaksanaan Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana di Kecamatan Sidareja.
5.Kerukunan antar umat beragama harus dijaga seperti kegiatan pada hari ini, walaupun penyelenggaranya Perdhaki tetapi melibatkan semua unsur tanpa membedakan agama, yaitu Instansi, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Yang perlu diwaspadai bukan hanya perpecahaan antar umat beragama tetapi juga munculnya sempalan-sempalan agama. Dihimbau kepada masyarakat apabila mengetahui adanya hal tersebut agar segera melapor kepada pihak yang berwajib.
6.Dewasa ini semangat gotong royong berkurang, sebagai contoh kalau di undangan dicantumkan ada uang transport pasti peserta banyak yang hadir, jadi kalau tidak dicantumkan dan yang hadir kurang banyak mohon dimaklumi.
7.Selain semangat gotong royong yang berkurang, perilaku hidup bersih dan sehat juga berkurang, bisa dilihat bahwa Cilacap absen menerima Penghargaan Adipura selama kurang lebih 10 tahun.
8.Diharapkan masyarakat lebih meningkatkan semangat gotong royong dan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga tahun ini Cilacap dapat menerima Penghargaan Adipura.

Sambutan Ketua Perdhaki pusat yang diwakili oleh Koordinator Program DRR Perdhaki Pusat (bu Irene Kusuma):
1.Permohonan maaf disampaikan oleh Koordinator Program DRR Perdhaki Pusat karena Direktur Perdhaki pusat tidak dapat hadir karena berhalangan sehingga diwakilkan oleh Koordinator Program DRR Perdhaki Pusat.
2.Ucapan terima kasih kepada Camat Sidareja yang telah mendukung penuh kegiatan pada hari ini.
3.TOT DRR bertujuan mengantisipasi sedini mungkin sebelum terjadinya bencana sehingga apabila terjadi bencana resikonya dapat diminimalisir.
4.Keberhasilan kegiatan ini akan lebih optimal apabila semua elemen yang ada di masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif.
5.Selamat mengikuti kegiatan TOT DRR semoga bermanfaat.

Catatan dokter Agus tentang DRR (5)

KEGIATAN PADA BULAN SEPTEMBER 2008
Dilaksanakan sosialisasi DRR yang dilaksanakan pada bulan puasa, selama 2 hari yaitu pada tanggal 19 dan 21 September 2008, laporan kegiatannya sebagai berikut:

TANGGAL PELAKSANAAN
1.Hari I : Jumat,19 September 2008 pk 13.30-18.30 wib, diikuti 92 peserta.
2.Hari II : Minggu, 21 September 2008 pk 13.30-18.30 wib, diikuti 74 peserta

TEMPAT PELAKSANAAN : Di Pendopo Kecamatan Sidareja Cilacap

PEMBICARA :

a.PERDHAKI REGIO PURWOKERTO : dr. Paulus DN Prastowo
b.PEMERINTAH DAERAH KAB.CILACAP : Ir. Y. Parsiyan, SPd.MM
c.LSM LPPSLH PURWOKERTO(LEMBAGA PENELITIAN&PENGEMBANGAN
SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN HIDUP) : Alam Wijaya,S.Hut

URAIAN PELAKSANAAN TOT-DRR UNIT SIDAREJA
HARI I :
Pendaftaran peserta TOT-DRR dimulai pukul 13.30 Wib (absensi masing-masing desa) jumlah peserta 92 orang (ada 1 desa yang tidak mengirimkan wakilnya yaitu desa Karanggedang.
Acara dibuka pk 14.30 oleh Pembawa Acara (M.Setyaningsih)
Dilanjutkan sambutan pembuka oleh ketua panitia (dr. Agus susanto).
1. Mengucapkan puji syukur kepada Allah sehingga kita bisa berkumpul di pendopo Kecamatan Sidareja dalam rangka Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana dengan tema Sidareja Emoh Bencana.
2. Kegiatan diselenggarakan oleh Panitia TOT-DRR Perdhaki Regio Purwokerto yang didukung dan difasilitasi Kecamatan Sidareja. TOT-DRR singkatan dari Training of Trainer (Pelatihan untuk menjadi Pelatih) Disaster Risk Reduction (Pengurangan Resiko Bencana). Dengan sosialisasi ini diharapkan peserta bisa menjadi guru dan menggurui yang lainnya. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari (19 dan 21 September 2008), jam 13.30 sampai dengan buka puasa. Pesertanya yaitu Muspika, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, perwakilan 10 desa, serta instansi-instansi di Kecamatan Sidareja.
3. Tujuan :
• Masyarakat memiliki pemahaman dan pengetahuan terhadap upaya-upaya mencegah bahaya agar tidak terjadi bencana.
• Masyarakat diberdayakan agar mampu mengenali bahaya yang akan terjadi dan mampu melakukan upaya-upaya agar tidak menimbulkan banyak kematian, kesakitan, dan kecacatan.
4. Kami berharap peserta mengikuti kegiatan ini dengan kesungguhan, memberikan masukan dan ide-ide, serta berperan aktif dlm diskusi.
Beruntung sekali kita kedatangan tim ahli ttg Pengurangan Resiko Bencana, yaitu dr. Prastowo (kesehatan), Ir. Y. Parsiyan, S.Pd.MM (kebijakan), dan Alam Wijaya (Manajemen Bencana).
Ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak dan panitia dalam mempersiapkan ke




giatan ini dan minta maaf apabila masih ada kekurangan, serta mohon kritik dan saran yang membangun. Berdoa sebelum acara dimulai sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Mengucapkan SELAMAT mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana.

Catatan dokter Agus tentang DRR (4)

VISI DAN MISI KEGIATAN DRR DI KEC.SIDAREJA

MOTTO :"SIDAREJA EMOH BENCANA"

VISI :
Sidareja sebagai Daerah Percontohan Program DRR di Kabupaten Cilacap.

MISI :
1.Menyelengarakan program sosialisasi dan pelatihan DRR bagi semua elemen masyarakat di kecamatan Sidareja.
2.Melakukan kerjasama dengan pihak-pihak pemegang kebijakan dalam upaya penanggulangan dan penanganan bencana di kecamatan Sidareja.
3.Menyediakan informasi secara cepat, tepat dan akurat.
4.Menumbuhkembangkan kemandirian masyarakat di kecamatan Sidareja

STRATEGI:
1.Mengadakan Pelatihan Training Of Trainer (TOT) wilayah kecamatan dan pelatihan di tingkat desa.
2.Membentuk Satuan tugas kesehatan (Tim Reaksi Cepat ) di wilayah Sidareja dan secara terpadu berkoordinasi dengan Satkorlak / Satlak Penanggulangan Bencana kabupaten Cilacap.
3.Mendorong terbentuknya unit kerja untuk penanganan masalah kesehatan akibat bencana di Kecamatan Sidareja

TUJUAN DISASTER RISK REDUCTION (DRR) KECAMATAN SIDAREJA
1.Masyarakat memiliki pemahaman dan kemampuan terhadap upaya-upaya mencegah bahaya agar tidak menjadi bencana.
2.Masyarakat diberdayakan agar mampu mengenali bahaya yang akan terjadi dan mampu melakukan upaya-upaya agar tidak menimbulkan banyak kematian, kesakitan dan kecacatan karena bahaya tersebut.



KEGIATAN PADA BULAN AGUSTUS 2008
Dilaksanakan rapat koordinasi Perdhaki Regio Purwokerto yaitu dr. Prastowo (Koordinator DRR Regio Purwokerto), Sr. Anna Marie ,OP , bu Yulia Endang E, Amk, dan Mas alam Wijaya (LPPSLH) dengan Tim Perdhaki Unit sidareja yaitu dr. Agus, Sr.Editha PBHK, Sr. Ambrosia, PBHK dan tim Panitia TOT program Sosialisasi DRR di kecamatan Sidareja.
Pertemuan-pertemuannya yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2008 sebagai berikut:

2.1. PERTEMUAN KE-1
HARI : Jumat, 1 Agustus 2008
JAM : 11.00 s/d selesai
TEMPAT : Sidareja
PESERTA : 8 orang
ACARA : 1.Sosialisasi program DRR secara umum
2.Rencana undangan dan pembentukan panitia DRR
KELANJUTAN : Agenda jadwal pertemuan ke -2

2.2. PERTEMUAN KE - 2
HARI : Rabu, 6 Agustus 2008
JAM : 15.30 s/d selesai
TEMPAT : Sidareja
PESERTA : 17 orang
ACARA : 1.Sosialisasi rencana program kegiatan di sidareja
2. Penyusunan panitia
HASIL : 1. Perbaikan proposal DRR di sidareja
2. Penyusunan panitia DRR
KELANJUTAN : 1. Konfirmasi pembicara
2. Agenda jadwal pertemuan ke -3

2.3. PERTEMUAN KE- 3
HARI : Jumat, 15 Agustus 2008
JAM : 09.00 WIB s/d Selesai
TEMPAT : Cilacap
PESERTA : 5 orang
ACARA : 1. Konfirmasi Ulang Pembicara dan Penetapan Waktu Pelaksanaan DRR
2. Penyusunan Draft Acara

HASIL:1. Narasumber yaitu Bp. Alam Wijaya, Bp.Y. Parsian dan dr. DN Prastowo
2. Usulan Pelaksanaan DRR yaitu tanggal 19 September dan 21 september 2008
3. Usulan Acara DRR dilaksanakan siang hari dilanjutkan buka puasa bersama
4. Agenda Pertemuan ke -4

2.4. PERTEMUAN KE- 4
HARI : Jumat, 22 Agustus 2008
JAM : 13.00 WIB s/d selesai
TEMPAT : Sidareja
PESERTA : 16 Orang
Acara : Rapat Konsolidasi Panitia
Hasil : 1. Penetapan Pelaksanaan DRR di Sidareja tanggal 19 dan 21 September 2008
2. Penetapan Susunan Panitia DRR
3. Penetapan Susunan Acara DRR Hari Pertama dan Hari Kedua
4. Tugas Masing-masing Panitia


2.5. PERTEMUAN KE-5
Hari : Rabu, 27 Agustus 2008
JAM : 10.00 WIB s/d Selesai
TEMPAT : CILACAP
PESERTA : 5 Orang
Acara : Rapat Konsolidasi dengan Tim Perdhaki Regio Purwokerto
Hasil :1. Pengajuan Undangan dan Proposal DRR ke Perdhaki Pusat, Wilayah Jateng-DIY
2. Konfirmasi pemberi Sambutan dari Tim Perdhaki


2.6. PERTEMUAN KE-6
Hari : Rabu, 17 September 2008
Jam : 14.00 s/d selesai
Tempat : Sidareja
Peserta : 12 orang
Acara : Rapat koordinasi panitia terakhir (cek masing2 seksi)
Hasil : 1. Panitia memakai seragam batik dan siap di lokasi acara pk 13.00
2. Sie dekorasi dan perlengkapan menyiapkan tempat mulai hari kamis (18 September 2008).
3. Sie Humas dibagi tugas : untuk bag pendaftaran dan Penerima Tamu.
4.Sie Dokumentasi perlu mengambil gambar pada sesuai
Urutan acara dan tiap session harus ada dokumentasi.
5. Sie konsumsi menyiapkan perlengkapan dan bagi tugas
6. Kekompakan panitia harus tetap terjaga.

2.7. PERTEMUAN KE-7
Hari : Minggu, 21 September 2008
Jam : 12.15 s/d selesai
Tempat : Sidareja
Peserta : 10 orang
Acara : Penjelasan dari Perdhaki Pusat (Ibu Irene Kusuma)
Hasil : 1. Kita harus memilih 1 (satu) desa di kecamatan Sidareja
Sebagai Desa Percontohan Program DRR tetapi tidak
Meninggalkan desa yang lain.
2. Perlu dibentuk administrator di daerah (Struktur Pengurus di
Daerah) dengan terpilih dr.Agus Susanto sebagai
Administrator Project Unit Sidareja.
3. Setelah selesai pelaksanaan Sosialisai DRR perlu ada
Pembubaran panitia dan Sosialisasi Pengurus Unit Sidareja.

Selama persiapan acara TOT DRR disidareja, dokter agus dan tim DRR bolak-balik kecilacap untuk mengikuti rapat persiapan kegiatan kegiatan DRR yang akan dilaksanakan pada bulan September 2008 di pendopo kec.sidareja kab.Cilacap.Terima kasih atas dukungan semua pihak untuk rencana kegiatan DRR di kec.Sidareja kab.Cilacap. dr.Agus Susanto sebagai koordinator lapangan DRR di kec. Sidareja.




Catatan dokter Agus tentang DRR (3)

KEGIATAN PADA BULAN JULI 2008
dr. Agus melakukan kunjungan kepada kepala desa yang ada di kecamatan Sidareja,yaitu wawancara dan menyampaikan surat proposal rencana kegiatan Sosialisasi DRR yang akan dilaksanakan pada bulan September 2008 diperkuat surat rekomendasi kegiatan dari pak Camat sebagai dasar undangan untuk pak kepala desa beserta perwakilan tokoh masyarakat dimasing-masing desa,instansi yang ada yaitu Puskesmas, UPTD PU (Dinas Pekerjaan Umum), UPTD KLH (Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup), MUSPIKA.
Desa yang ada Di kecamatan Sidareja ada 10 desa yaitu:
1.Desa Sidareja            6. Desa Tegalsari
2.Desa Sidamulya         7. Desa Margasari
3.Desa Gunungreja       8. Desa Kunci
4.Desa Tinggar Jaya     9. Desa Karang Gedang
5. Desa Sudagaran       10. Desa Penyarang
Dengan berkeliling ke 10 desa yang ada dikecamatan sidareja, jadi bisa berkenalan langsung dengan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama yang ada di kec.sidareja, pengalaman yang menarik adalah waktu kunjungan ke
ke desa karang gedang dan penyarang, untuk menuju ke desa tersebut harus melewati 'jurang ngadeg", dan jalannya cukup terjal karena wilayah tersebut merupakan daerah pegununungan.

Catatan dokter Agus tentang DRR (2)


Pada hari Senin tanggal 16 Juni 2008

Dr. Agus dan Sr. Ambrosia, PBHK menghadap Pak Camat Sidareja, yaitu Bp. Ach. Arifin SR, SH.MM, memperkenalkan diri berasal dari Perdhaki Unit Sidareja dan menyampaikan rencana sosialisasi Program DRR (Disaster Risk Reduction) bagi perwakilan tokoh masyarakat dari desa yang ada dikecamatan Sidareja, berdasarkan hasil pertemuan dan kesepakatan Tim Perdhaki Regio Purwokerto rencana pelaksanaaannya pada bulan September 2008.
Pak Camat merespon positif kegiatan ini dengan dikeluarkannya surat rekomendasi kegiatan pada tanggal 30 Juni 2008 yaitu: No.482/263/2008
Rencana pelaksanaan : Hari senin-Rabu
Tanggal pelaksanaan : 1 – 3 September 2008
Tempat : Pendopo Kecamatan Sidareja
Materi : hari ke-1 Sosialisasi secara umum tentang DRR
Hari ke 2 Pendalaman materi
Hari ke 3 Simulasi
kami merasa senang bisa bersilaturahmi dan berkenalan dengan pak camat sidareja yang begitu ramah dan semangat dalam menerima kami untuk rencana kegiatan DRR (Disaster Risk Reduction) untuk wilayah kec.Sidareja kab.Cilacap Jateng.SEMOGA KEGIATAN INI BISA LANCAR..AMIEEEN.

ka

Catatan dokter Agus tentang DRR (1)

Pada tanggal 3 – 4 Mei 2008, hari Sabtu dan Minggu bertempat dIKaliOri Purwokerto diadakan kegiatan Sosialisasi Program DRR Perdhaki Wilayah Jateng Regio Purwokerto, dihadiri oleh perwakilan dari 5 Rumah Sakit, 7 Balai Pengobatan (termasuk BP ADI Dharma Sidareja) yang masuk dalam Perdhaki Regio Purwokerto. Hasilnya sebagai berikut:
Dalam sosialisasi program DRR PERDHAKI Regio Purwokerto disampaikan secara singkat mengenai :
a. TEORI DRR
b. PANDUAN SEDERHANA KESIAPSIAGAAN BENCANA BAGI PELAKSANA PROGRAM DRR DI WILAYAH PERDHAKI REGIO PURWOKERTO
Dikarenakan DRR ini masih sangat baru, rencana program pelaksanaan DRR belum bisa ditetapkan (akan ditetapkan kemudian)

Berdasarkan Hasil Pertemuan pada tanggal 23 Mei 2008 menghasilkan keputusan untuk pelaksanaan PROGRAM DRR di Kecamatan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah.
Yang menjadikan dasar pertimbangan pemilihan lokasi adalah:
1. Daerah rawan banjir oleh karena secara geografis tinggi permukaan tanah di Sidareja cukup rendah (0-25 m di atas dari permukaan laut).
2. Sering terjadi banjir yang meluas hampir seluruh area di Sidareja.
3. Mata pencaharian penduduk tergantung dengan pertanian.
4. Belum optimalnya kegiatan pengurangan bencana baik oleh masyarakat atau pemerintah daerah setempat.
5. Perlunya suatu kegiatan penanggulangan bencana banjir yang komprehensif.
6. Adanya unit Perdhaki di daerah tersebut (Balai Pengobatan) yang cukup berperan pada waktu terjadi bencana banjir sebelumnya
Kemungkinan kendala yang dihadapi:
1. Kurangnya kemampuan dan pengalaman petugas khususnya bidang teknis, karena saat ini fokus lebih diutamakan pada medis (penanganan korban setelah terjadi bencana), padahal DRR melibatkan bagian lain di samping itu pula program DRR termasuk program baru.
2. Belum ada anggaran untuk melaksanakan program DRR baik dari Perdhaki Regio maupun Pemda setempat.
3. Keterbatasan waktu dari petugas dan juga masyarakat di tempat pilot project, oleh karena tugas pekerjaan di tempat kerjanya masing-masing.

PENGERJAAN JALUR EVAKUASI (1)


Warga desa gunungreja kec.Sidareja dengan semangat kegotong royongan dan berswadaya baik dana,makanan,material dan tenaga
bersama-sama membuat jalur evakuasi yang akan digunakan untuk penyelamatan warga pada saat banjir besar terjadi, sehingga resiko kecelakaan dan jatuh saat lewat bisa diminimalkan.semangat yah buat warga desa gunungreja.






PERTEMUAN WARGA RT DALAM PERSIAPAN PEMBUATAN JALUR EVAKUASI


Pada tanggal 8 januari 2011 diadakan pertemuan RT yang akan dijadikan jalur evakuasi, di adakan pertemuan untuk membahas kesiapan warga dalam bergotong royong membangun jalur evakuasi yang telah disepakati bersama,warga desa gunungreja semangat untu berswadaya dengan menyumbangkan bantuan material, uang dan tenaga..mereka merasa senang dan semangat dengan diadakan rencana pembangunan jalur evakuasi, sehingga bisa menolong warga yang berada didaerah tengah perumahan yang sering mengalami banjir dan dalam.Rapat dipimpin oleh pak lurah desa gunungreja kec.sidareja yaitu pak lurah lasiman, bersama tim DRR Perdhaki Sidareja.