SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Saturday, October 2, 2010

KERJASAMA YANG SOLID TIM PRB DESA GUNUNGREJA



Tim PRB Desa Gunungreja mengadakan rapat koordinasi dengan Tim DRR Perdhaki Unit sidareja dalam membahas kontinjensi Plan atau kesiapsiagaan dalam mengahadapi bencana banjir.
hasilnya sebagai berikut:
Pada hari kamis tanggal Dua puluh bulan Mei tahun Dua Ribu Sepuluh bertempat di Balai Desa Gunungreja kecamatan Sidareja, telah diadakan musyawarah untuk menentukan:
1. Route Evakuasi dan tempat pengungsian dari jalur evakuasi yang sudah disepakati berdasarkan Kajian Pedesaan partisipatif tentang jalur evakuasi I, Jalur evakuasi II, dan jalur evakuasi III.
2. Pembagian tugas anggota tim Pengurangan Resiko Bencana (PRB) desa Gunungreja pada saat terjadi bencana.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa, para Anggota Tim Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Desa Gunungreja serta tim Fasilitator DRR Perdhaki Unit Sidareja.
Dalam musyawarah tersebut diperoleh kesepakatan sebagai berikut:

1. Tempat pengungsian ke I (satu) bertempat di Balai Desa Gunungreja, lokasi tersebut untuk mengungsi warga RT.004 RW.002, RT. 003 RW.002, RT. 002 RW 002 serta sebagian warga RT 001 RW. 002 desa Gunungreja)
Petugasnya sebagai berikut:
Sdr. Mustaqim Sdri. Setyarti (seksi dapur umum)
Sdr. Sujud Ali Murtadlo Sdr. Partareja

2. Tempat pengungsian ke 2 (dua) bertempat di MTs. Nurul amin Alhidayah, lokasi tersebut untuk mengungsi warga RT. 004 RW. 001, RT. 002 RW. 002, RT.002 RW .001 serta sebagian warga RT 001 RW .002 desa Gunungreja
Petugasnya sebagai berikut:
Sdr.Akmad faozan Sdri. Dwi Ria Widiyanti (Seksi Dapur Umum)
Sdr. Saebani

3. Tempat pengungsian ke 3 (tiga) bertempat di Pendopo Kecamatan sidareja, lokasi tersebut untuk mengungsi warga RT. 001 RW. 001, RT. 003 RW. 001, RT. 002 RW. 001 dan sebagian warga RT. 001 RW. 002 Desa Gunungreja
Petugasnya sebagai berikut:
Sdr. M Solekhan Sdri. Suhartati (Seksi Dapur Umur)
Sdr. M. Nasihin Sdr. Khosin



Rencana pembuatan jalur evakuasi merupakan salah satu dari rencana aksi yang sudah disepakati warga desa dalam kajian pedesaan partisipatif, karena pada saat terjadi bencana banjir warga desa gunungreja akan kesulitan untuk melakukan evakuasi, jalur jalur yang biasa digunakan untuk memberikan pertolongan sudah rusak, sehingga tidak aman lagi untuk dilewati hal ini justru bisa menimbulkan kerawanan kecelakaan saat mengevakuasi korban. Jalur evakuasi yang sudah disepakati tersebut berdasarkan pertemuan tim PRB telah disepakati sebagai jalur yang aman untuk mengevakuasi korban menuju ke lokasi pengungsian yang telah ditetapkan dan aman ketika terjadi bencana banjir. Masing-masing jalur sudah ada petugas yang mengkoordinasikan dalam hal pengevakuasian korban. Pemeliharaan dan maintenance jalur evakuasi ini dilakukan secara bersama-sama oleh warga masyarakat dan tim PRB desa. Jalur ini akan di sosialisasikan ke masyarakat desa gunungreja yang dilakukan oleh masing-masing petugas yang telah ditunjuk, dan dipasang penanda arah untuk evakuasi korban. Harapannya dengan dana swadaya masyarakat yang ada dan stimulan dari pihak yang berkompeten, jalur ini bisa menjadi bisa permanen dan aman bagi penyelamatan korban banjir. Berdasarkan hasil pertemuan Tim PRB dan perwakilan masing-masing RT dari desa gunungreja memutuskan dibuat 3 jalur evakuasi, dimana masing-masing jalur tersebut memiliki tujuan tempat pengungsian yang berbeda.
Jika terjadi bencana banjir warga masyarakat sudah sepakat menggunakan tanda tanda bahaya dengan memukul kenthongan, yang di bunyikan 3 kali dan mereka harus mengungsi pada saat ketinggian air dijalan lebih dari 0,5 meter. Jalur evakuasi tersebut digunakan oleh warga masyarakat dengan di koordinasikan petugas yang telah ditunjuk untuk membantu mengevakuasi atau menyelamatkan warga masyarakat menuju ke tempat pengungsian yang telah di sepakati.

No comments:

Post a Comment