SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Wednesday, April 7, 2010

SIDAREJA


Sidareja adalah sebuah kota kecamatan yang cukup ramai, terdiri dari 10 desa, yaitu desa Sidareja, Sidamulya, Gunungreja, Tegalsari, Tinggarjaya, Sudagaran, Margasari, Kunci, Penyarang, dan desa Karanggedang. Sidareja secara geografis terletak di 109,01°BT dan 7.41°LS, berpenduduk kurang lebih berjumlah 57.229 jiwa, Laki – laki 28.184 jiwa, dan Perumpuan 29.045 jiwa (Juli 2008). Penduduk asli Sidareja tergolong dalam suku Banyumas, yang budaya Banyumasan-nya cukup kental, misalnya dialek yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Dan seiring dengan berjalannya waktu, para pendatang dari luar Sidareja baik Jawa (Jogja, Magelang, Semarang, Klaten,Solo), Madura, Sunda, Cina dan Arab mulai berinteraksi dengan penduduk asli dan membuat kecamatan Sidareja semakin heterogen . Ini pun mempengaruhi budaya asli dan keyakinan yang dianut penduduk kecamatan Sidareja. Mayoritas penduduk beragama Islam, dan selebihnya beragama Katolik, Kristen Protestan, serta Aliran Kepercayaan. Dengan komposisi setengah dari jumlah tersebut ada di kota kecamatan, selebihnya berada tersebar di luar kota kecamatan. Mata pencaharian utama penduduk adalah petani, sisanya buruh, PNS/Swasta, ABRI dan Polri. Luas areal pertanian 1..396 Ha.
Fasilitas umum di kota kecamatan bisa dibilang sudah cukup memadai. Jalan-jalan yang membentang di sepanjang Sidareja sudah diaspal (hotmix) sehingga sangat memperlancar arus transportasi menuju Cilacap, Purwokerto, maupun ke arah pantai Pangandaran. Di sini ada sebuah terminal dan sebuah stasiun yang cukup ramai. Ada sebuah kantor pos, kantor telepon dan telegram, serta sebuah perusahaan air minum. Untuk fasilitas kesehatan di kecamatan Sidareja, ada sebuah Puskesmas Rawat Inap yang terletak dekat dengan pusat kecamatan dan Balai Pengobatan serta Rumah Bersalin yang tersebar di beberapa desa. Listrik sudah tersedia 24 jam sehari.
Kegiatan perekonomian bergantung pada sebuah pasar yang letaknya sangat strategis,yakni di pusat kota kecamatan, dan dilewati oleh jalur utama kendaraan, setidaknya ada 3 bank : BNI, BRI dan BCA yang mendukung kegiatan perekonomian di Sidareja, hal ini nampak dari besarnya jumlah transaksi keuangan di ketiga bank tersebut.


Di sisi lain, kecamatan Sidareja adalah daerah yang cukup rawan dengan bencana alam, diantaranya yang kerap terjadi adalah banjir dan tanah longsor. Hal ini tak lepas dari kondisi geografis beberapa desa di kecamatan Sidareja yang lebih rendah dari permukaan laut. Ada 8 desa di kecamatan ini yang sering mengalami banjir, yaitu desa Sidareja, Sidamulya, Sudagaran, Gunungreja, Tegalsari, Tinggarjaya, Margasari, dan Kunci. Sedangkan 2 desa sering mengalami tanah longsor yakni Karanggedang dan Penyarang.
Banjir terjadi musiman setahun sekali pada saat musim hujan, jika hujan lebih dari 3 hari berturut turut daerah yang dataran rendah akan mengalami banjir, yaitu terjadi genangan air hujan yang meluas karena luapan air dari sungai Cibeureum. Banjir pada tahun 2005 merupakan banjir terbesar ke 2 setelah tahun 1973, karena hujan terus menerus, banjir surut setelah lebih dari 2 minggu. Daerah pengungsian ketika banjir yatu sepanjang tepian rel kereta api yang melintas di Sidareja, gedung PGRI, kompleks SD Pius, kantor desa Sidareja, Kecamatan Sidareja dan rumah pengungsi. Banjir ini menyebabkan para petani tidak bisa melakukan mata pencahariannya, karena sangat tergantung oleh lahan persawahan, dengan adanya banjir, lahan persawahan terendam air, sehingga kehidupan ekonomi lumpuh, kegiatan perdagangan lumpuh, akses layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan , menjadi lumpuh serta kerusakan sarana dan prasarana umum
Saat ini penanggulangan bencana yang sudah dikerjakan meliputi pembersihan sungai-sungai dari eceng gondok yang menyumbat sungai, pengerukan sungai Cibeureum, dan bantuan dari pemerinatah dalam pembuatan rumah panggung-panggung di desa yang rawan banjir.

1 comment:

  1. SIDAREJA DULU MERUPAKAN TEMPAT TINGGAL MASA KECILKU YAITU DIDAERAH KUNCI, DIPERUMAHAN PROCIT DPU, DULU JUGA SEMPAT MENGENYAM TK DI TK RIMBANI CIBENON,...SEKARANG PERUMAHAN YANG DULU DITEMPATI ORTU JADI TINGGAL PUING-PUING.
    SETELAH JADI DOKTER UMUM AKU KEMBALI LAGI KE SDIAREJA SEBAGAI DOKTER PTT CARA LAIN DI BALAI PENGOBATAN ADI DHARMA SIDAREJA,DENGAN BERTUGAS DISANA KENALLAH DENGAN PROGRAM DRR (DISASTER RISK REDUCTION) ATAU PROGRAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA UNTUK WILAYAH KEC.SIDAREJA

    ReplyDelete