SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP

SPESIALIS PENYAKIT DALAM CILACAP
RSI FATIMAH CILACAP

Sunday, April 11, 2010

KAJIAN PEDESAAN PARTISIPATIF WARGA DESA GUNUNGREJA





Pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2009, pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00 Wib, bertempat dibalaidesa Gunungreja, dilaksanakan acara Kajian bersama masyarakat yaitu Kajian Pedesaan Partisipatif (KPP) dengan mengundang perwakilan elemen masyarakat sebanyak 60 peserta. Acara tersebut dimulai pembukaan oleh pak Lurah, Pengenalan Istilah Bencana oleh dr. Prastowo, Paradigma Bencana oleh dr. Agus, materi Pengurangan Resiko Bencana Oleh Masyarakat (PRBOM ) oleh bu Wiwin, setelah presentasi dari fasilitator, acara kajian Ancaman dimulai dengan proses dinamika kelompok yang terdiri atas 4 kelompok, Kelompok 1 dan kelompok 2, membuat Matrix Ancaman, Kelompok 3 dan 4 membuat Pohon Ancaman.

Saturday, April 10, 2010

KERJABAKTI PEMBERSIHAN DRAINASE





Banjir didesa Gunungreja berdasarkan kajian pedesaan partisipatif (KPP) salah satu rekomendasinya adalah pembersihan saluran air atau normalisasi drainase yang dilakukan secara manual dilakukan dengan cara gotong royong membersihkan drainase yang ada di lingkungan desa gunungreja.
Kerja bakti Warga Desa Gunungreja sering dilakukan (seminggu/2 minggu sekali) dalam rangka memperbaiki Sistem Drainase supaya sirkulasi air lancar terutama jika sudah memasuki Musim Hujan. Selokan / Saluran air yang ada di daerah itu banyak yang belum permanen. Tetapi mereka juga berusaha keras mengumpulkan dana (Swadaya Masyarakat) untuk membeli material sehingga beberapa/sebagian saluran tsb bisa dibuat secara permanen.

DESA GUNUNGREJA MEMBUAT JALUE EVAKUASI





Jalur evakuasi merupakan sarana vital yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Gunungreja khususnya daerah yang sulit dijangkau terutama pada daerah yang terjadi banjir.
Untuk itu jalur evakuasi perlu dibangun secara permanen,kuat, terpelihara dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Dengan alasan diatas maka kami memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan jalur evakuasi yang dimiliki oleh desa Gunungreja.
Masyarakat desa gunungreja dusun kauman melakukan kerjabakti dengan dana swadaya untuk membangun jalur evakuasi yang dibutuhkan untuk penyelamatan warga rentan pada saat terjadi bencana banjir yang melanda desa gunungreja.

Wednesday, April 7, 2010

SIDAREJA


Sidareja adalah sebuah kota kecamatan yang cukup ramai, terdiri dari 10 desa, yaitu desa Sidareja, Sidamulya, Gunungreja, Tegalsari, Tinggarjaya, Sudagaran, Margasari, Kunci, Penyarang, dan desa Karanggedang. Sidareja secara geografis terletak di 109,01°BT dan 7.41°LS, berpenduduk kurang lebih berjumlah 57.229 jiwa, Laki – laki 28.184 jiwa, dan Perumpuan 29.045 jiwa (Juli 2008). Penduduk asli Sidareja tergolong dalam suku Banyumas, yang budaya Banyumasan-nya cukup kental, misalnya dialek yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Dan seiring dengan berjalannya waktu, para pendatang dari luar Sidareja baik Jawa (Jogja, Magelang, Semarang, Klaten,Solo), Madura, Sunda, Cina dan Arab mulai berinteraksi dengan penduduk asli dan membuat kecamatan Sidareja semakin heterogen . Ini pun mempengaruhi budaya asli dan keyakinan yang dianut penduduk kecamatan Sidareja. Mayoritas penduduk beragama Islam, dan selebihnya beragama Katolik, Kristen Protestan, serta Aliran Kepercayaan. Dengan komposisi setengah dari jumlah tersebut ada di kota kecamatan, selebihnya berada tersebar di luar kota kecamatan. Mata pencaharian utama penduduk adalah petani, sisanya buruh, PNS/Swasta, ABRI dan Polri. Luas areal pertanian 1..396 Ha.
Fasilitas umum di kota kecamatan bisa dibilang sudah cukup memadai. Jalan-jalan yang membentang di sepanjang Sidareja sudah diaspal (hotmix) sehingga sangat memperlancar arus transportasi menuju Cilacap, Purwokerto, maupun ke arah pantai Pangandaran. Di sini ada sebuah terminal dan sebuah stasiun yang cukup ramai. Ada sebuah kantor pos, kantor telepon dan telegram, serta sebuah perusahaan air minum. Untuk fasilitas kesehatan di kecamatan Sidareja, ada sebuah Puskesmas Rawat Inap yang terletak dekat dengan pusat kecamatan dan Balai Pengobatan serta Rumah Bersalin yang tersebar di beberapa desa. Listrik sudah tersedia 24 jam sehari.
Kegiatan perekonomian bergantung pada sebuah pasar yang letaknya sangat strategis,yakni di pusat kota kecamatan, dan dilewati oleh jalur utama kendaraan, setidaknya ada 3 bank : BNI, BRI dan BCA yang mendukung kegiatan perekonomian di Sidareja, hal ini nampak dari besarnya jumlah transaksi keuangan di ketiga bank tersebut.


Di sisi lain, kecamatan Sidareja adalah daerah yang cukup rawan dengan bencana alam, diantaranya yang kerap terjadi adalah banjir dan tanah longsor. Hal ini tak lepas dari kondisi geografis beberapa desa di kecamatan Sidareja yang lebih rendah dari permukaan laut. Ada 8 desa di kecamatan ini yang sering mengalami banjir, yaitu desa Sidareja, Sidamulya, Sudagaran, Gunungreja, Tegalsari, Tinggarjaya, Margasari, dan Kunci. Sedangkan 2 desa sering mengalami tanah longsor yakni Karanggedang dan Penyarang.
Banjir terjadi musiman setahun sekali pada saat musim hujan, jika hujan lebih dari 3 hari berturut turut daerah yang dataran rendah akan mengalami banjir, yaitu terjadi genangan air hujan yang meluas karena luapan air dari sungai Cibeureum. Banjir pada tahun 2005 merupakan banjir terbesar ke 2 setelah tahun 1973, karena hujan terus menerus, banjir surut setelah lebih dari 2 minggu. Daerah pengungsian ketika banjir yatu sepanjang tepian rel kereta api yang melintas di Sidareja, gedung PGRI, kompleks SD Pius, kantor desa Sidareja, Kecamatan Sidareja dan rumah pengungsi. Banjir ini menyebabkan para petani tidak bisa melakukan mata pencahariannya, karena sangat tergantung oleh lahan persawahan, dengan adanya banjir, lahan persawahan terendam air, sehingga kehidupan ekonomi lumpuh, kegiatan perdagangan lumpuh, akses layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan , menjadi lumpuh serta kerusakan sarana dan prasarana umum
Saat ini penanggulangan bencana yang sudah dikerjakan meliputi pembersihan sungai-sungai dari eceng gondok yang menyumbat sungai, pengerukan sungai Cibeureum, dan bantuan dari pemerinatah dalam pembuatan rumah panggung-panggung di desa yang rawan banjir.

Tuesday, April 6, 2010

BENCANA BANJIR YANG MELANDA DESA GUNUNGREJA




Istilah Bencana pada umumnya hanya dikaitkan dengan bencana alam saja, padahal makna yang lebih bencana ialah satu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu masyarakat sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi, ekonomi atau lingkungan dan melampaui kemampuan masyarakat yang bersangkutan untuk mengatasi dengan menggunakan sumberdaya mereka sendiri (ISDR,2004).
Tingginya ancaman bencana banjir di kecamatan Sidareja terutama di desa Gunungreja mengancam proses pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Kerugian ekonomi, sosial dan penyakit menjadi resiko besar yang harus ditanggung ketika bencana banjir terjadi. Banjir merupakan salah satu bencana akibat fenomena alam yang terjadi karena proses pembangunan, kegiatan negatif manusia atau siklus alamiah. Tingginya dampak akibat bencana ini menjadi penting dipelajari guna mengurangi kerugian yang ditimbulkannya.
Dalam konsep manajemen bencana, dampak buruk bencana dan banyaknya korban disebabkan karena tidak ditempatkannya potensi ancaman bencana dalam segala sektor. Kondisi ini semakin diperburuk dengan belum dijadikannya ancaman dan kemampuan yang harus dimiliki masyarakat.
Sebagian orang awam menganggap bahwa bencana banjir tidak bisa dikendalikan, bahkan dicegah, Melihat hal itu, maka diperlukan suatu langkah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana secara berkelanjutan. Untuk mengupas fenomena banjir ini perlu dilakukan pelatihan manajemen bencana dengan mengenalkan tentang bahaya dan bencana, kesiapan bencana, kegawatdaruratan dan mitigasi/pencegahan bencana. Topik dalam materi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki respon yang baik dalam penanganan serta kesiagaan menghadapi bencana.

BAKSOS DESA GUNUNGREJA bulan NOVEMBER 2008


Monday, April 5, 2010

PENGOBATAN MASSAL PASCA BANJIR DESA GUNUNGREJA BULAN NOVEMBER 2008

Jam 06.00 Wib, Pak Marino pasang spanduk di balai desa Gunungreja yang isinya:
“Pengobatan Gratis Desa Gunungreja Perdhaki Unit Sidareja (BP Adi Dharma) bekerjasama dengan yayasan Paramitha Cilacap”
Minggu, 16 November 2008


Pengobatan dimulai jam 09.00, didahului dengan sambutan dari pak lurah Gunungreja sebagai tuan rumah sebagai tempat penyelengaraan pengobatan gratis, Team pelayanan kesehatan berasal dari pihak yayasan Paramitha Cilacap yang dikoordinasi oleh Bu Andreas dengan membawa personel sekitar 20 orang, dari Perdhaki Regio Purwokerto ,sebagai koordinator dr. Prastowo, di bantu oleh mbak Widya (Apoteker) dan tim perawat RS Santa Maria Cilacap, dari Perdhaki unit Sidareja (Balai Pengobatan Adi Dharma) yang mengkoordinasikan adalah dr. Agus. Jumlah pasen yang mengikuti pengobatan sebanya 467 pasen, warga masyarakat desa gunungreja.

SOSIALISASI DRR di KEC. SIDAREJA CILACAP


Foto bersama MUSPIKA Kec. SIDAREJA, pada saat sosialisasi Program DRR di kecamatan Sidareja, tanggal 19 dan 21 Sepetember 2008

GUNUNGREJA DESA PERCONTOHAN PROGRAM DRR

Berdasarkan hasil kajian dan kesepakatan pertemuan sosialisasi DRR se-kecamatan Sidareja,ditunjuklah desa gunungreja sebagai desa percontohan program DRR yang didampingi oleh tim fasilitator Perdhaki unit Sidareja, dari pihak pemerintahan kecamatan juga telah mendukung, hal ini dengan dikeluarkannya surat rekomendasi camat:
Pada tanggal 11 oktober 2008, SURAT REKOMENDASI KEGIATAN NOMOR:360/450/X/2008, PERIHAL: Untuk menunjuk/memilih desa Gunungreja, sebagai desa percontohan program DRR (Disaster Risk Reduction) di kecamatan Sidareja, hal ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan TOT-DRR yang telah dilaksanakan oleh Perdhaki Regio purwokerto unit Sidareja pada tanggal 19 dan 21 Desember 2008 di pendopo kecamatan Sidareja.

Pada tanggal 18 Oktober 2008, desa Gunungreja dimuat di Suara Merdeka dengan judul: Desa Gunungreja jadi Percontohan.
“Desa Gunungreja ditetapkan sebagai desa percontohan penanganan korban bencana banjir dikecamatan Sidareja. Hal itu disebabkan masyarakat didesa itu dinilai paling sigap. Hal ini terlihat saat digelarnya training for trainer (TOT) di sidareja, belum lama ini. Meskipun lokasinya paling rendah dan hampir selalu langganan banjir, namun dalam TOT yang lalu, desa ini menunjukan kesigapan dalam menangani bencana ,kata Camat sidareja Bp. Ach.Arifin SR,SH,MM, Kegiatan itu digelar sebagai latihan penanggulangan bencana banjir kepada elemen masyarakat dan pemerintahan.
Dari hasil latihan itu, kata dia, pemerintah kemudian menindaklanjuti dengan menjadikan desa tersebut sebagai percontohan. Harapannya, masyarakat dapat menangani bencana banjir sesuai standar TOT”

Friday, April 2, 2010

PROGRAM DRR DESA GUNUNGREJA KECAMATAN SIDAREJA

Gunungreja yang terletak di Kecamatan Sidareja kabupaten Cilacap merupakan salah satu desa percontohan program DRR (DISASTER RISK REDUCTION) atau PRB (Pengurangan Resiko Bencana).
Sudah hampir 2 tahun, Tim Fasilitator Perdhaki Unit sidareja mendampingi kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa Gunungreja, dengan kegiatan aksi nyata yang sudah dikerjakan di desa gunungreja.

Thursday, April 1, 2010

Pak HALIMI dengan BOKASHI PADI di PEKARANGAN RUMAHNYA


Pak halimi menerapkan penanaman padi di pekarangannya sebanyak 250 polibag yang ditanami dipekarangan rumahnya..asyikknya, jadi bisa melihat padi yang menguning didepan rumah, jadi ndak perlu repot-repot ke sawah.

PAk Haji IBRAHIM dengan VERTIKULTUR CEISIM


Tim Fasilitator Perdhaki Unit Sidareja melakukan kunjungan ke pak Haji Ibrahim yang sudah mempraktekan pembuatan Vertikultur dengan tanaman ceisim...Beliau semangat sekali dalam mengembangkan metode pertanian yang diajarkan oleh Tim Fasilitator.

FOTO PEMBUATAN BOKASHI


setelah dilakukan pelatihan pembuatan Bokhasi di SMK YOS Sidareja, warga desa gunungreja dalam kegiatan aksi nyata pengelolaan sampah yang merupakan salah satu penyebab banjir di desa Gunungreja KPP (kajian Pedesaan Partisipatif) maka dilaksanakan pelatihan pembuatan BOKASHI bertempat dibalai desa Gunungreja.

TIM PRB DESA GUNUNGREJA


Foto bareng Tim PRB Desa Gunungreja Sidareja bersama Tim fasilitator Perdhaki unit sidareja di depan balai desa Gunungreja Sidareja kab. Cilacap, setelah pelatihan dan rapat koordinasi tanggal 9 desember 2009

KUNJUNGAN TIM CORDAID


pada tanggal 23 januari 2010, tim CORDAID datang mengunjungi desa Gunungreja dalam rangka pengurangan resiko bencana (PRB) atau DRR (Disaster Risk Reduction) yang sudah berjalan.